UNISDAUNISDA

LISTRA: JURNAL LINGUISTIK DAN SASTRA TERAPANLISTRA: JURNAL LINGUISTIK DAN SASTRA TERAPAN

Penelitian ini menganalisis penggunaan bahasa figuratif dalam puisi siswa kelas XI SMA Negeri 1 Tambakrejo Bojonegoro tahun pelajaran 2024/2025. Fokus penelitian ini adalah mengidentifikasi dan mengevaluasi penggunaan majas perbandingan, pertentangan, dan penegasan serta kontribusinya terhadap estetika dan makna puisi. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan analisis teks terhadap puisi siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa majas perbandingan seperti metafora, simile, dan personifikasi paling dominan digunakan, sedangkan majas pertentangan dan penegasan masih terbatas. Penggunaan bahasa figuratif terbukti memperkaya imaji, memperkuat tema, dan meningkatkan estetika puisi siswa, meskipun masih diperlukan pembimbingan untuk meningkatkan variasi dan ketepatan penggunaannya. Penelitian ini diharapkan menjadi referensi dalam pembelajaran sastra, khususnya dalam mengajarkan penggunaan bahasa figuratif dalam menulis puisi.

Dari penelitian yang dilakukan, ditemukan bahwa siswa secara dominan menggunakan majas perbandingan, seperti metafora, simile, dan personifikasi.Penggunaan metafora membantu mereka menggambarkan emosi dan pengalaman abstrak dengan cara yang lebih imajinatif, sedangkan simile memungkinkan mereka menciptakan deskripsi yang lebih konkret melalui perbandingan langsung.Personifikasi pun sering digunakan untuk menghidupkan benda mati sehingga puisi yang dihasilkan terasa lebih ekspresif dan menarik.Selain itu, siswa juga menggunakan majas pertentangan seperti antitesis dan oksimoron, meskipun dalam jumlah yang lebih terbatas.Beberapa siswa menunjukkan kreativitas dalam mengeksplorasi oksimoron, tetapi masih banyak yang memerlukan bimbingan untuk memahami dan memanfaatkannya secara efektif.Sementara itu, majas penegasan seperti paralelisme, retoris, dan klimaks ditemukan dalam banyak puisi siswa, terutama untuk memperkuat tema dan emosi yang ingin disampaikan.Namun, dalam beberapa kasus, penggunaan paralelisme yang berlebihan justru mengurangi keindahan puisi.Secara keseluruhan, penggunaan bahasa figuratif memberikan kontribusi besar terhadap estetika dan makna puisi, tetapi masih terdapat kekurangan dalam hal variasi dan penerapan yang tepat.

Untuk penelitian selanjutnya, dapat dilakukan analisis lebih mendalam mengenai penggunaan majas pertentangan dan penegasan dalam puisi siswa. Penelitian ini dapat fokus pada bagaimana siswa menggunakan majas tersebut untuk menciptakan efek tertentu atau memperkuat tema dalam puisi mereka. Selain itu, dapat juga dilakukan studi komparatif antara puisi siswa dengan puisi karya penyair profesional untuk melihat perbedaan dan kesamaan dalam penggunaan bahasa figuratif. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan kontribusi lebih lanjut dalam memahami dan mengembangkan kemampuan siswa dalam menulis puisi yang estetis dan bermakna.

Read online
File size352.2 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test