BASECAMPECOPUBMEDBASECAMPECOPUBMED

InJEBA : International Journal of Economics, Business and AccountingInJEBA : International Journal of Economics, Business and Accounting

Sebagai penyedia layanan kesehatan, rumah sakit memiliki tanggung jawab besar untuk menyediakan layanan berkualitas tinggi. Hal ini dicapai dengan memerhatikan keamanan, kesehatan, dan keselamatan kerja dalam penyediaan layanan kesehatan. Salah satu upaya utama dilakukan melalui identifikasi, penilaian, dan manajemen risiko guna meminimalkan kemungkinan risiko tidak diinginkan serta cedera bagi pasien dan tenaga medis. Penelitian ini bertanya apakah manajemen risiko memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja rumah sakit regional di Provinsi Lampung, serta apakah Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja informasi sistem rumah sakit regional. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen risiko memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), terbukti oleh koefisien analisis jalur yang menunjukkan kontribusi manajemen risiko sebesar 35,9 % dalam meningkatkan kinerja rumah sakit. SIMRS juga memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja RSUD, dengan kontribusi sebesar 63,7 % dan koefisien analisis jalur sebesar 0,637. Implikasi temuan ini menunjukkan perlunya pengembangan strategi manajemen risiko dan pelatihan berkelanjutan bagi staf, serta peningkatan sistem monitoring dan evaluasi risiko untuk mengurangi insiden dan meningkatkan efisiensi operasional serta keselamatan pasien.

Manajemen risiko secara signifikan meningkatkan kinerja RSUD sebesar 35,9 %, sementara SIMRS meningkatkan kinerja sebesar 63,7 %.Kedua faktor tersebut merupakan komponen penting dalam memaksimalkan efisiensi dan kualitas layanan rumah sakit regional.Implementasi terstruktur dan berkelanjutan dari kedua sistem ini, bersama pelatihan staf, akan memperkuat kepercayaan publik dan keberlanjutan operasional.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi pendekatan integrasi data real-time antara SIMRS dan sistem manajemen risiko untuk memfasilitasi pengambilan keputusan berbasis data; serta menilai dampak kebijakan pelatihan khusus bagi tenaga kesehatan dalam meningkatkan efektivitas manajemen risiko secara komprehensif; dan akhirnya melakukan studi komparatif antara RSUD di provinsi berbeda untuk mengetahui faktor-faktor kontekstual yang mempengaruhi implementasi SIMRS dan manajemen risiko, dengan tujuan memformulasikan pedoman kebijakan yang berguna bagi kebijakan kesehatan daerah.

Read online
File size580.98 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test