UNITY ACADEMYUNITY ACADEMY

Jurnal Pengabdian MasyarakatJurnal Pengabdian Masyarakat

Kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga keseimbangan cairan tubuh masih berfokus pada pencegahan dehidrasi, sementara bahaya overhidrasi sering diabaikan. Kondisi ini dapat menyebabkan hiponatremia yang berisiko pada gangguan saraf hingga kematian. Permasalahan rendahnya literasi kesehatan terkait overhidrasi mendorong dilakukannya program pengabdian masyarakat berbasis masjid sebagai pusat edukasi kesehatan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat masjid mengenai bahaya konsumsi air berlebihan serta mendorong perubahan perilaku minum air yang lebih bijak. Solusi yang ditawarkan dilakukan melalui pendekatan partisipatif, meliputi penyuluhan interaktif, diskusi kelompok, distribusi media edukasi (leaflet, poster, video), dan kampanye digital oleh remaja masjid. Evaluasi efektivitas program dilakukan menggunakan metode pre-test dan post-test serta observasi kualitatif terhadap respons masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan skor pengetahuan rata-rata sebesar 75%, serta perubahan perilaku signifikan di mana 70% masyarakat mulai menyesuaikan konsumsi air sesuai kebutuhan tubuh. Terbentuk pula komunitas “Sahabat Sehat Masjid sebagai upaya keberlanjutan edukasi. Program ini berkontribusi dalam memperkuat peran masjid sebagai pusat promosi kesehatan berbasis komunitas yang komunikatif, religius, dan berkelanjutan. Dengan demikian, kampanye edukasi ini tidak hanya meningkatkan literasi kesehatan masyarakat tentang overhidrasi, tetapi juga menumbuhkan kesadaran kolektif untuk menjaga keseimbangan tubuh sebagai bagian dari tanggung jawab spiritual dan sosial.

Kampanye edukasi kesehatan masyarakat masjid mengenai bahaya overhidrasi berhasil meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan praktik masyarakat dalam menjaga keseimbangan cairan tubuh.Hasilnya tidak hanya terlihat dari peningkatan skor literasi kesehatan, tetapi juga dari perubahan nyata dalam perilaku konsumsi air sehari-hari.Masjid terbukti efektif sebagai basis promosi kesehatan karena kedekatannya dengan masyarakat, peran tokoh agama yang dipercaya, serta kekuatan kolektivitas masyarakat.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, perlu dilakukan studi lebih lanjut mengenai efektivitas jangka panjang dari program edukasi ini, dengan meninjau perubahan perilaku masyarakat dalam periode waktu yang lebih lama. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan modul edukasi yang lebih spesifik, disesuaikan dengan kelompok usia dan kondisi kesehatan yang berbeda, misalnya lansia atau atlet. Ketiga, penting untuk mengeksplorasi potensi integrasi program edukasi ini dengan layanan kesehatan primer di puskesmas atau klinik, sehingga masyarakat dapat memperoleh informasi dan konsultasi yang lebih komprehensif. Dengan demikian, upaya peningkatan literasi kesehatan tentang overhidrasi dapat dilakukan secara berkelanjutan dan terintegrasi, sehingga memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat luas.

Read online
File size473.87 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test