USMUSM

TEMATIKTEMATIK

Kegiatan pengabdian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan pemberdayaan ekonomi purna karya di Kampung Poncowolo, Kelurahan Pindrikan Lor, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang yang memiliki potensi sosial tinggi namun belum maksimal dalam memanfaatkan teknologi digital untuk kegiatan usaha. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan keterampilan promosi digital melalui pemanfaatan gadget bagi para purna karya. Metode pelatihan yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dengan strategi learning by doing yang memungkinkan peserta belajar melalui praktik langsung. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui pre-test dan post-test serta observasi keterlibatan peserta. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan hingga 84%, keterampilan sebesar 79%, dan kepercayaan diri mencapai 88%. Secara kualitatif, 92% peserta merasa lebih siap dan percaya diri menggunakan gadget untuk promosi usaha mikro. Simpulan dari kegiatan ini menunjukkan bahwa metode pelatihan partisipatif sangat efektif dalam membangun kapasitas digital purna karya dan membuka peluang untuk pengembangan ekonomi komunitas di wilayah urban.

Kegiatan pengabdian ini menunjukkan bahwa pelatihan literasi digital berbasis partisipatif dan metode learning by doing efektif dalam meningkatkan kapasitas promosi digital bagi purna karya di Kampung Poncowolo, Kelurahan Pindrikan Lor, Kecamatan Semarang Tengan, Kota Semarang.Terdapat peningkatan signifikan pada aspek pengetahuan, keterampilan, dan kepercayaan diri peserta.Hasil ini memperkuat urgensi pengembangan program lanjutan seperti pendampingan usaha mikro digital berbasis komunitas.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan studi mendalam mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi keberlanjutan adopsi teknologi digital oleh purna karya setelah mengikuti pelatihan, termasuk peran dukungan sosial dari keluarga dan komunitas. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model pelatihan literasi digital yang disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan spesifik purna karya di berbagai wilayah, dengan mempertimbangkan perbedaan tingkat pendidikan, pengalaman, dan akses terhadap teknologi. Ketiga, penting untuk meneliti dampak ekonomi dari peningkatan literasi digital purna karya terhadap pendapatan dan kesejahteraan mereka, serta kontribusi mereka terhadap pertumbuhan ekonomi lokal.

Read online
File size974.58 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test