PUSKOMCERIAPUSKOMCERIA

Jurnal Ekonomi dan BisnisJurnal Ekonomi dan Bisnis

Emas secara luas dianggap sebagai aset penangkal yang merespons ketidakpastian ekonomi dan volatilitas pasar keuangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh nilai tukar rupiah, inflasi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), dan suku bunga terhadap harga emas di Indonesia, serta mengevaluasi peran emas sebagai aset penangkal. Penelitian ini menggunakan data deret waktu bulanan yang mencakup periode Oktober 2021 hingga Oktober 2025. Model Autoregressive Distributed Lag (ARDL) digunakan untuk menganalisis hubungan jangka pendek dan jangka panjang. Sebelum estimasi, uji stasioneritas dilakukan untuk memastikan bahwa tidak ada variabel yang terintegrasi pada ordo I(2), sehingga pendekatan uji batas ARDL valid. Hasil menunjukkan adanya ko-integrasi, didukung oleh nilai error correction term (ECT) yang signifikan dan negatif. Namun, dalam jangka panjang, tidak satu pun dari variabel makroekonomi secara signifikan memengaruhi harga emas. Sebaliknya, dalam jangka pendek, nilai tukar, inflasi tertunda, IHSG, dan suku bunga secara signifikan memengaruhi pergerakan harga emas. Temuan ini menunjukkan bahwa harga emas di Indonesia lebih responsif terhadap dinamika keuangan jangka pendek dibandingkan dengan fundamental makroekonomi jangka panjang. Nilai ECT yang signifikan semakin mengonfirmasi bahwa ketidakseimbangan jangka pendek secara bertahap dikoreksi menuju keseimbangan jangka panjang.

Model ARDL menunjukkan adanya ko-integrasi dengan koefisien ECM(-1) sebesar –0.074 yang signifikan pada tingkat 1%, mengindikasikan hubungan jangka panjang yang stabil antara harga emas dan variabel independen, meskipun tidak ada variabel yang secara signifikan memengaruhi harga emas dalam jangka panjang.Dalam jangka pendek, variabel seperti nilai tukar, inflasi dengan lag dua bulan, IHSG, dan suku bunga secara signifikan memengaruhi pergerakan harga emas, menunjukkan bahwa dinamika harga emas lebih kuat dijelaskan oleh faktor jangka pendek.Temuan ini menunjukkan bahwa harga emas di Indonesia lebih dipengaruhi oleh faktor global seperti harga emas internasional dan sentimen pasar dunia, sehingga penelitian lebih lanjut perlu memasukkan variabel global untuk memahami determinan strukturalnya.

Pertama, perlu dikaji bagaimana harga emas internasional dan indeks dolar AS bersama-sama memengaruhi volatilitas harga emas domestik di Indonesia dalam kerangka jangka pendek dan jangka panjang menggunakan model ARDL terluas. Kedua, penting untuk meneliti apakah sentimen pasar global, seperti indeks ketakutan (VIX) atau risiko geopolitik, berperan sebagai penentu utama dalam pergeseran preferensi investor terhadap emas selama periode ketidakpastian ekonomi di pasar Indonesia. Ketiga, perlu dievaluasi bagaimana kebijakan moneter global, khususnya suku bunga acuan Federal Reserve, memodulasi efek dari variabel domestik seperti inflasi dan suku bunga lokal terhadap harga emas, karena dapat mengungkapkan mekanisme transmisi kebijakan luar negeri ke pasar komoditas dalam negeri. Dengan memasukkan variabel-variabel global ini, peneliti dapat membangun model yang lebih komprehensif yang tidak hanya menjelaskan dinamika jangka pendek tetapi juga mengidentifikasi kondisi sistemik yang mendasari keseimbangan jangka panjang harga emas di Indonesia. Penelitian lanjutan sebaiknya menggunakan data bulanan atau mingguan yang mencakup periode krisis dan stabil untuk menguji ketahanan hubungan ini terhadap berbagai kondisi pasar. Selain itu, pendekatan seperti Model Varian Bersyarat (GARCH) bisa digunakan untuk menangkap volatilitas yang berubah-ubah seiring waktu. Hasil dari studi semacam itu akan memberikan wawasan lebih dalam bagi investor dan pembuat kebijakan dalam merespons fluktuasi harga emas. Kolaborasi antara lembaga akademik dan regulator seperti Bank Indonesia juga dapat meningkatkan relevansi dan aplikabilitas temuan penelitian. Pemahaman yang lebih baik mengenai interaksi antara faktor domestik dan global akan memperkuat strategi investasi dan kebijakan ekonomi makro di masa depan.

  1. Pengaruh Inflasi, Kurs, dan Harga Emas Terhadap Penyaluran Rahn (Studi Pada Bank Syariah Mandiri) | Jurnal... doi.org/10.29040/jiei.v7i2.2411Pengaruh Inflasi Kurs dan Harga Emas Terhadap Penyaluran Rahn Studi Pada Bank Syariah Mandiri Jurnal doi 10 29040 jiei v7i2 2411
  2. PERAMALAN INFLASI DI INDONESIA MENGGUNAKAN METODE AUTOREGRESSIVE MOVING AVERAGE (ARMA) | Journal of Mathematics... doi.org/10.32665/james.v4i2.231PERAMALAN INFLASI DI INDONESIA MENGGUNAKAN METODE AUTOREGRESSIVE MOVING AVERAGE ARMA Journal of Mathematics doi 10 32665 james v4i2 231
  3. Pengaruh inflasi, nilai tukar rupiah per dollar Amerika, harga minyak mentah dunia dan indeks harga saham... online-journal.unja.ac.id/pim/article/view/8269Pengaruh inflasi nilai tukar rupiah per dollar Amerika harga minyak mentah dunia dan indeks harga saham online journal unja ac pim article view 8269
  4. Autoregressive Distributed Lag Kurs Dan Ekspor Karet Remah Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Indonesia | Jurnal... ojs.unimal.ac.id/ekonomi_regional/article/view/3205Autoregressive Distributed Lag Kurs Dan Ekspor Karet Remah Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Jurnal ojs unimal ac ekonomi regional article view 3205
Read online
File size390.39 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test