UmriUmri

Photon: Jurnal Sain dan KesehatanPhoton: Jurnal Sain dan Kesehatan

Provinsi Riau termasuk kawasan penghasil crude oil yang cukup besar, namun proses pengeboran dan pemurnian minyak bumi sering kali menghasilkan limbah crude oil dalam jumlah yang cukup banyak. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk mendegradasi limbah adalah biodegradasi menggunakan konsorsium mikroorganisme. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektifitas konsorsium bakteri indigen dalam mendegradasi senyawa hidrokarbon. Uji pertumbuhan dan kemampuan isolat dalam mendegradasi hidrokarbon dilakukan dengan cara inokulasi isolat dalam media Bushnell Haas cair yang mengandung crude oil sebanyak 5% yang diinkubasi selama 16 hari. Potensi konsorsium bakteri indigen selama proses degradasi dipengaruhi oleh beberapa parameter, diantaranya pH, OD (Optical Densiy), dan CO2 yang diamati pada hari 0, 4, 8, 12 dan 16 hari inkubasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KB4 merupakan konsorsium paling unggul dalam mendegradasi hidrokarbon crude oil. Berdasarkan hasil analisis hidrokarbon crude oil menggunakan instrumen GC-MS, konsorsium bakteri dapat mendegradasi dua senyawa hidrokarbon crude oil.

Konsorsium bakteri menjadi salah satu upaya alternatif yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan lingkungan akibat aktivitas industri minyak.Keempat variasi konsorsium yang menggabungkan beberapa isolat bakteri Pseudomonas sp.memiliki nilai OD yang menunjukkan pertumbuhan mikroorganisme hingga kondisi maksimum, nilai pH tertinggi mengindikasikan laju maksimum biodegradasi, serta nilai CO₂ tertinggi menunjukkan aktivitas maksimum mikroorganisme.Dari keempat konsorsium, aktivitas terbaik ditunjukkan oleh KB4 (terdiri dari isolat BTM 2, BTM5, dan BTM6) dengan persentase degradasi sebesar 55,21% dan mampu mendegradasi dua senyawa hidrokarbon pada crude oil.

Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi efektivitas konsorsium bakteri dalam kondisi lingkungan yang lebih realistis, seperti tanah atau air kolam yang terkontaminasi, untuk mengetahui adaptasi dan kestabilan degradasi di tempat. Selanjutnya, dapat diteliti potensi peningkatan laju degradasi dengan menambahkan nutrisi sekunder atau kofaktor enzim, sehingga proses bioremediasi menjadi lebih cepat dan efisien. Terakhir, penelitian dapat mengembangkan sistem fermentasi skala besar yang menggabungkan konsorsium ini dengan teknologi bioreaktor, sehingga dapat diaplikasikan di industri minyak secara komersial dan berkelanjutan.

  1. The diversity of fungi consortium isolated from polluted soil for degrading petroleum hydrocarbon | Biodiversitas... smujo.id/biodiv/article/view/9498The diversity of fungi consortium isolated from polluted soil for degrading petroleum hydrocarbon Biodiversitas smujo biodiv article view 9498
  2. Biodegradasi Hidrokarbon Crude Oil di Kawasan PT. Bumi Siak Pusako-Pertamina Hulu menggunakan Konsorsium... ejurnal.umri.ac.id/index.php/photon/article/view/5053Biodegradasi Hidrokarbon Crude Oil di Kawasan PT Bumi Siak Pusako Pertamina Hulu menggunakan Konsorsium ejurnal umri ac index php photon article view 5053
  3. Naphthalene degradation by Pseudomonas sp. strain LBKURCC149 with the addition of glucose as co-substrate... smujo.id/biodiv/article/view/10095Naphthalene degradation by Pseudomonas sp strain LBKURCC149 with the addition of glucose as co substrate smujo biodiv article view 10095
Read online
File size707.4 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test