UmriUmri

Photon: Jurnal Sain dan KesehatanPhoton: Jurnal Sain dan Kesehatan

Calkon merupakan salah satu metabolit sekunder golongan flavonoid yang dapat ditemukan pada tumbuhan dan dikenal mempunyai berbagai macam aktivitas diantaranya adalah sebagai antimikroba, anti kanker, sitotoksitas, anti kolera, anti inflamasi dan anti tumor. Pada penelitian ini dilakukan uji toksisitas terhadap senyawa calkon (E)-1-(naftalen-1-il)-3-(naftalen)prop-2-1-on (C) yang telah murni menggunakan metoda Brine Shrimps lethality Test (BSLT) dan Uji Anti kanker menggunakan metoda MTT terhadap sel kanker murine leukemia P-388. Dari hasil penelitian didapat nilai LC50= 0,3256 µg/mL untuk aktivitas toksisitas, dan nilai LD50 ˃ 100 µg/mL untuk aktivitas sitotoksik. yang menunjukkan bahwa senyawa calkon yang dihasilkan menunjukkan sifat toksisitas dan sitotoksik yang sedang. Ini dikarenakan senyawa calkon (C) yang disintesis tidak mempunyai gugus substituent yang bisa mendorong pergerakan elektronnya. Selain pengaruh dari gugus substituen, tingkat toksisitas dan sitotoksik senyawa calkon juga dipengaruhi adanya halangan sterik.

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka dapat diambil kesimpulan bahwa senyawa calkon C1 memiliki aktivitas toksisitas yang sedang dengan nilai LC50 sebesar 0,329 µg/mL dan nilai LD50 >100 µg/mL.

Berdasarkan latar belakang penelitian mengenai toksisitas senyawa calkon, terdapat beberapa arah penelitian lanjutan yang menjanjikan. Pertama, perlu dilakukan modifikasi struktur senyawa calkon dengan menambahkan gugus substituen yang berbeda-beda untuk meningkatkan aktivitas sitotoksik dan mengurangi toksisitas terhadap sel normal. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan metode sintesis kimia yang lebih beragam dan efisien. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada mekanisme kerja senyawa calkon dalam menghambat pertumbuhan sel kanker, misalnya dengan mengidentifikasi target molekuler spesifik yang berinteraksi dengan senyawa tersebut. Pemahaman yang lebih mendalam mengenai mekanisme kerja ini akan membantu dalam pengembangan senyawa calkon yang lebih selektif dan efektif. Ketiga, perlu dilakukan studi in vivo pada model hewan untuk menguji efikasi dan keamanan senyawa calkon sebagai agen antikanker. Studi ini akan memberikan informasi penting mengenai potensi terapeutik senyawa calkon dalam kondisi fisiologis yang lebih kompleks.

Read online
File size384.31 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test