BSIBSI

Jurnal Abdimas Ekonomi dan BisnisJurnal Abdimas Ekonomi dan Bisnis

Kewirausahaan memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, terutama melalui pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Dalam konteks ini, perempuan, khususnya ibu rumah tangga, memiliki potensi besar untuk berwirausaha. Akan tetapi, usaha kecil yang dilakukan oleh Ibu-Ibu Dasa Wisma di Pakal, Surabaya terkendala kurangnya inovasi produk, strategi pemasaran digital, dan pengelolaan keuangan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengatasi tantangan tersebut melalui pelatihan inovasi produk, pemasaran digital, dan penghitungan harga pokok penjualan (HPP). Kegiatan pelatihan ini dimulai dari tahap observasi masalah, tahap pelatihan, dan tahap evaluasi dan pendampingan. Hasil pelatihan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan peserta dalam menciptakan produk yang lebih inovatif, memperluas jangkauan pemasaran melalui media sosial, serta menghitung Harga Pokok Penjualan (HPP) dengan lebih tepat. Selain itu, para peserta juga mulai merancang strategi penjualan untuk beberapa bulan mendatang.

Kegiatan pengabdian ini berhasil meningkatkan kemampuan kewirausahaan Ibu-Ibu Dasa Wisma dalam inovasi produk, pemasaran digital, dan penghitungan harga pokok penjualan (HPP).Peningkatan pemahaman peserta terlihat dari hasil post-survey yang lebih tinggi dibandingkan pre-survey, serta kemampuan mereka dalam mengembangkan variasi produk, memanfaatkan media sosial untuk pemasaran, dan menghitung HPP secara akurat.Pemberian oven juga mendukung efisiensi produksi dan keberlanjutan usaha mereka.

Pertama, perlu diteliti efektivitas strategi pemasaran digital berbasis konten video pendek terhadap peningkatan penjualan UMKM ibu-ibu rumah tangga di wilayah perkotaan, mengingat potensi besar media sosial seperti TikTok dan Instagram Reels dalam menjangkau konsumen lebih luas. Kedua, perlu dikaji bagaimana penerapan sistem pencatatan keuangan sederhana berbasis aplikasi mobile dapat meningkatkan akurasi perhitungan HPP dan profitabilitas UMKM skala mikro yang minim literasi keuangan. Ketiga, perlu dieksplorasi peluang pengembangan produk makanan tradisional inovatif dengan nilai gizi tinggi yang tetap mempertahankan cita rasa lokal, guna memperluas pasar ke segmen konsumen sehat dan ekspor. Ketiga arah penelitian ini dapat mengembangkan hasil intervensi pelatihan yang telah dilakukan, sekaligus menjawab tantangan keberlanjutan dan skalabilitas usaha UMKM yang dikelola oleh perempuan.

  1. Peran Inovasi dalam Pengembangan Model Bisnis UMKM di Era Digital | Maeswara : Jurnal Riset Ilmu Manajemen... doi.org/10.61132/maeswara.v2i4.1113Peran Inovasi dalam Pengembangan Model Bisnis UMKM di Era Digital Maeswara Jurnal Riset Ilmu Manajemen doi 10 61132 maeswara v2i4 1113
  2. Unlocking Financial Literacy in Generation Z: Are Sociodemographic Factors the Key? | Petra International... doi.org/10.9744/petraijbs.6.2.193-200Unlocking Financial Literacy in Generation Z Are Sociodemographic Factors the Key Petra International doi 10 9744 petraijbs 6 2 193 200
  3. Membangun Entrepreneur Muda di Kalangan Siswa Melalui Pelatihan Ideasi dan Pitching | Share: Journal... share.petra.ac.id/index.php/share/article/view/28017Membangun Entrepreneur Muda di Kalangan Siswa Melalui Pelatihan Ideasi dan Pitching Share Journal share petra ac index php share article view 28017
Read online
File size1005.85 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test