UKSWUKSW

Magistrorum et Scholarium: Jurnal Pengabdian MasyarakatMagistrorum et Scholarium: Jurnal Pengabdian Masyarakat

Penelitian dan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melakukan identifikasi pangan lokal dan sosialisasi pencegahan serta penanganan terhadap hama kutu Sitophilus zea mays l. dengan pestisida alami. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Bikekneno, Kecamatan Mollo Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Kegiatan ini dilaksanakan menggunakan metode survey, sosialisasi dan riset tentang pencegahan serta penangan terhadap hama kutu Sitophilus zea mays l. dengan pestisida alami. Berdasarkan hasil penelitian masyarakat Desa Bikekneno memiliki potensi pangan lokal yang sangat besar. Masyarakat Desa Bikekneno 76,4% menyimpan cadangan makanan berupa tanaman jagung diikuti pangan Kacang Nasi (59,6%), Arbila (19,0%), Padi (13%), Kacang Tanah (13%), Kacang Hijau (12%), kacang panjang (3%), Labu lilin (1%) dan yang paling rendah yakni Kacang Jagung (0%). Dari data ini dapat dikatakan bahwa hasil pangan di masyarakat desa Bikekneno masih berupa tanaman jagung sebagai pangan utama. Penyimpanan cadangan makanan pada masyarakat Desa Bikekneno sebagian besar disimpan di dapur Api ini berpengaruh terhadap tingkat pertumbuhan hama gudang yang sering mengakibatkan kerusakan pada pangan setelah masyarakat melakukan panen di kebun. Jika masyarakat desa salah dalam menyimpan hasil panen pangan mereka maka pangan akan rusak oleh hama kutu jagung (Sitophylus zeamays). Oleh sebab itu dilakukan sosialisasi dan simulasi tentang pencegahan serta penanganan terhadap hama kutu Sitophilus zea mays l.dengan petsisida alami berupa daun pandan, daun jambu, daun sukun dan pengaturan suhu yang baik pada tempat menyimpanan cadangan makanan di Desa Bikekneno.

Masyarakat Desa Bikekneno memiliki potensi besar sebagai penghasil sumber pangan dengan keragaman jenis sumber pangannya, namun kendala yang dialami adalah kurangnya pengetahuan masyarakat dalam menjaga kualitas dan kuantitas untuk mempertahankan sumber pangan.Berdasarkan hasil survei, masyarakat Desa Bikekneno menyimpan jagung sebagai pangan utama (76,4%), diikuti kacang nasi, arbila, padi, dan lainnya, dengan metode penyimpanan bervariasi seperti rumah bulat dan jerigen.Penelitian ini memberikan sosialisasi tentang pemanfaatan tumbuhan lokal sebagai pestisida alami (daun pandan, sukun, jambu biji) dan pengaturan suhu penyimpanan untuk menjaga kualitas dan kuantitas pangan.

Penelitian lanjutan dapat difokuskan pada efektivitas berbagai jenis pestisida alami dalam jangka panjang terhadap hama Sitophilus zea mays, dengan mempertimbangkan faktor lingkungan dan varietas jagung yang berbeda. Selain itu, studi lebih mendalam mengenai praktik penyimpanan pangan tradisional di Desa Bikekneno dan dampaknya terhadap kualitas gizi pangan perlu dilakukan untuk mengembangkan metode penyimpanan yang lebih optimal. Terakhir, penelitian tentang potensi diversifikasi pangan lokal selain jagung, termasuk pengembangan produk olahan dari arbila, kacang hijau, dan labu lilin, dapat meningkatkan ketahanan pangan dan nilai ekonomi masyarakat Desa Bikekneno. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan solusi berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pangan, mengurangi kerugian pasca panen, dan memberdayakan masyarakat lokal.

Read online
File size1.1 MB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test