169169

AWILARASAWILARAS

Penelitian ini didasari oleh pertanyaan tentang minimnya penggunaan instrumen angklung gantung akhir-akhir ini. Penurunan minat masyarakat pada angklung gantung dalam sebuah pertunjukan memantik penelitian ini untuk lebih jauh mencatat problematika apa saja yang muncul saat pertunjukan. Penelitian ini berupaya untuk menganalisa dan menelaah tentang instrumen angklung gantung sebagai instrumen musik yang dapat memenuhi tujuan komposisi musik. Penelitian ini menggunakan pendekatan etnomusikologis. Pencarian data, teknik analisa dan pemaparan data dilakukan dengan metode penelitian kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian ini berupa rangkuman problematika bunyi dari instrumen angklung gantung. Hasil dari penelitian ini dapat menjadi pijakan untuk penyempurnaan modifikasi instrumen ataupun penentuan seri microphone serta penentuan tata letak microphone di atas panggung.

Penelitian ini menangkap kondisi bahwa masih minimnya upaya untuk merespon instrumen musik hasil modifikasi.Fokus dari kegiatan penciptaan instrumen masih berkutat pada penemuan instrumen namun belum melakukan uji coba bertahap dan penyempurnaan pada karya hasil modifikasi.Laju modifikasi instrumen yang ada belum diimbangi dengan upaya pemahaman teknologi yang up to date, sehingga antara seniman bunyi dan pekerja teknologi sound reinforcement terkesan ada benturan yang menyebabkan kualitas bunyi tidak tersepakati.Adapun temuan pada penelitian ini, bahwa sebuah pertunjukan angklung di atas panggung, membutuhkan kesinambungan dan keseimbangan bunyi dengan bunyi-bunyian dari instrumen yang lain, terlebih jika volume instrumen lainnya lebih menonjol.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan studi mendalam mengenai desain ulang posisi letak angklung gantung atau modifikasi dalam produksi bunyi untuk mengoptimalkan resonansi dan proyeksi suara. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan teknologi atau teknik tradisional untuk memperpanjang durasi bunyi angklung gantung, sehingga lebih mudah ditangkap dan diperkuat oleh sistem tata suara. Ketiga, penting untuk menciptakan microphone yang lebih spesifik dan responsif terhadap karakteristik bunyi angklung gantung, dengan mempertimbangkan frekuensi dan dinamika yang unik dari instrumen ini. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat menghasilkan instrumen angklung gantung yang lebih optimal dalam pertunjukan musik, serta mendorong kolaborasi yang lebih harmonis antara seniman musik dan teknisi sound reinforcement, sehingga menghasilkan pengalaman pertunjukan yang lebih memuaskan bagi para penonton.

Read online
File size832.92 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test