169169

LAYAR: Jurnal Ilmiah Seni Media RekamLAYAR: Jurnal Ilmiah Seni Media Rekam

Salah satu konflik terbesar yang menjadi pusat perhatian dunia termasuk Indonesia adalah konflik antara Israel dan Palestina. Konflik antara Israel dan Palestina menjadi fokus pemberitaan media massa di seluruh dunia termasuk media online di Indonesia yaitu Kompas.com dan Republika.co.id. Media online memiliki kemampuan mengonstruksi dan membingkai realitas yang ada. Namun dalam membingkai realitas setiap media mempunyai perspektif yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana framing media online Republika.co.id dan Kompas.com terhadap konflik Palestina dan Israel. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan analisis framing oleh Robert Entman yang berfokus pada problem identification, causal interpretation, moral evaluation, dan treatment recommendation. Temuan menunjukkan bahwa Kompas.com dan Republika co.id cenderung memberikan dalih moral dengan menonjolkan Palestina dan Israel dalam penyelesaian konflik melalui hubungan diplomatik melalui konferensi internasional serta berdasar kepada hukum internasional. Selain itu, adanya peran PBB dan para pemimpin dunia yang mengambil tindakan dan memberikan respon.

Penelitian ini mengungkapkan perbedaan pembingkaian konflik Israel-Palestina pada media online Kompas.com cenderung membingkai konflik dari perspektif negara-negara yang memindahkan kedutaan, sementara Republika.id menyoroti isu pemindahan kedutaan dan sikap yang diambil oleh bangsa Indonesia terhadap Israel dan Palestina.Kedua media sama-sama cenderung memberikan dalih moral dengan menonjolkan penyelesaian konflik melalui hubungan diplomatik, konferensi internasional, hukum internasional, serta peran PBB dan para pemimpin dunia dalam mengambil tindakan dan memberikan respon.

Melihat temuan penelitian ini mengenai perbedaan pembingkaian konflik Israel-Palestina oleh media online Kompas.com dan Republika.co.id, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang menarik. Pertama, akan sangat berharga untuk melakukan studi longitudinal yang menganalisis bagaimana framing kedua media ini berkembang dan berubah seiring waktu, terutama saat terjadi eskalasi konflik atau pergeseran kebijakan internasional yang signifikan. Ini akan memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang dinamika konstruksi realitas media dalam merespons peristiwa krusial. Kedua, meskipun penelitian ini fokus pada analisis konten media, penting juga untuk memahami bagaimana framing tersebut diterima dan diinterpretasikan oleh pembaca di Indonesia. Penelitian kualitatif atau kuantitatif tentang penerimaan audiens dapat mengungkap apakah perbedaan framing ini benar-benar memengaruhi persepsi dan opini publik, serta sejauh mana bias media dirasakan oleh khalayak. Ketiga, dengan pesatnya pertumbuhan dan dominasi media sosial sebagai sumber informasi, penelitian di masa depan dapat mengeksplorasi bagaimana konflik Israel-Palestina diframing dan didiskusikan di platform seperti Twitter, Instagram, atau TikTok di kalangan pengguna Indonesia. Perbandingan framing antara media berita online tradisional dengan media sosial dapat menyingkap perbedaan narasi, polarisasi, dan keterlibatan emosional yang mungkin ada, menawarkan gambaran yang lebih komprehensif tentang ekosistem informasi konflik ini di Indonesia. Dengan demikian, kita bisa memahami tidak hanya apa yang diberitakan, tetapi juga bagaimana pesan tersebut beresonansi dan membentuk pandangan masyarakat luas.

Read online
File size390.74 KB
Pages18
DMCAReport

Related /

ads-block-test