UP45UP45

Jurnal Teknik Industri Manajemen dan ManufakturJurnal Teknik Industri Manajemen dan Manufaktur

PT XYZ adalah perusahaan industri alas kaki yang menghadapi masalah dalam pengendalian persediaan bahan baku lem akibat fluktuasi permintaan konsumen. Ketidakseimbangan antara jumlah pemesanan dan pemakaian menyebabkan pemborosan biaya persediaan dan gangguan dalam proses produksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengendalian persediaan bahan baku lem dengan menggunakan metode Min-Max dan Economic Order Quantity (EOQ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan metode EOQ, jumlah pemesanan optimal adalah 64 kaleng dengan reorder point (ROP) sebesar 16 kaleng dan total biaya persediaan Rp11.459.832 per tahun. Sementara itu, metode Min-Max menghasilkan kuantitas pemesanan sebesar 26 kaleng dengan ROP 14 kaleng dan biaya tahunan Rp41.699.190. Dibandingkan kebijakan perusahaan saat ini, metode EOQ lebih efisien dan mampu menghemat hingga Rp111.467.280 per tahun.

Penelitian ini menghasilkan nilai titik pemesanan kembali (ROP) sebesar 14 kaleng dengan metode Min Max dan 15 kaleng dengan metode EOQ.Kuantitas pemesanan bahan baku (Q) pada kebijakan perusahaan adalah 14 kaleng, Min Max 25 kaleng, dan EOQ 64 kaleng.Total biaya persediaan (TIC) terendah dicapai dengan metode EOQ, yaitu Rp11.832 per tahun, mengungguli kebijakan perusahaan dan metode Min Max.

Penelitian selanjutnya dapat difokuskan pada pengembangan model pengendalian persediaan yang lebih adaptif terhadap perubahan permintaan pasar dengan mempertimbangkan faktor-faktor eksternal seperti tren mode alas kaki dan kondisi ekonomi makro. Selain itu, studi lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengintegrasikan metode EOQ dengan sistem informasi persediaan yang real-time, sehingga perusahaan dapat memantau tingkat persediaan secara akurat dan membuat keputusan pemesanan yang lebih cepat dan tepat. Terakhir, penelitian dapat memperluas cakupan analisis dengan mempertimbangkan beberapa jenis bahan baku lem sekaligus dan mengoptimalkan persediaan secara keseluruhan untuk mencapai efisiensi biaya yang lebih tinggi dan mengurangi risiko gangguan produksi akibat kekurangan bahan baku.

  1. Mohon Maaf Terjadi Kendala!. maaf kendala ll back soon web maintenance please come later tim pengelola... doi.org/10.24815/jimeka.v7i2.21435Mohon Maaf Terjadi Kendala maaf kendala ll back soon web maintenance please come later tim pengelola doi 10 24815 jimeka v7i2 21435
  2. ANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN PAKAN UDANG DENGAN METODE MIN-MAX STOCK PADA CV. IKHSAN JAYA | Widiyanto... jurnal.unikal.ac.id/index.php/pena/article/view/1342ANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN PAKAN UDANG DENGAN METODE MIN MAX STOCK PADA CV IKHSAN JAYA Widiyanto jurnal unikal ac index php pena article view 1342
  3. ANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN KELAPA SAWIT DENGAN METODE ECONOMIC ORDER QUANTITY(STUDI KASUS PADA... doi.org/10.32696/jaapi.v2i1.743ANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN KELAPA SAWIT DENGAN METODE ECONOMIC ORDER QUANTITY STUDI KASUS PADA doi 10 32696 jaapi v2i1 743
  4. Pengendalian Persediaan Welding Gas Arcal-21 Dengan Metode EOQ dan Min-Max Pada PT. Beton Perkasa Wijaksana... ejournal.unis.ac.id/index.php/UNISTEK/article/view/1187Pengendalian Persediaan Welding Gas Arcal 21 Dengan Metode EOQ dan Min Max Pada PT Beton Perkasa Wijaksana ejournal unis ac index php UNISTEK article view 1187
Read online
File size272.67 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test