UNRAMUNRAM

Jurnal Riset Akuntansi AksiomaJurnal Riset Akuntansi Aksioma

Indonesia, menghadapi masalah sosial ekonomi yang serius akibat kecurangan dalam berbagai bentuk, termasuk korupsi. Whistleblowing untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat, terutama dalam hal pencegahan kecurangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi seberapa besar keterkaitan antara mood, pengaruh reward, dan komitmen religius yang dimiliki seseorang terhadap keinginan atau niat untuk melakukan whistleblowing. Dalam penelitian kuantitatif ini, data primer dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan dengan google form. Metode purposive sampling digunakan untuk memilih 70 responden. Analisis dilakukan menggunakan metode regresi linear berganda. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi manajemen untuk mempertimbangkan faktor-faktor yang berpotensi memengaruhi keinginan individu untuk melaporkan kecurangan melalui tindakan whistleblowing. Temuan penelitian menunjukkan bahwa mood, pemberian reward, dan komitmen religius masing-masing memiliki pengaruh untuk melakukan whistleblowing.

Berdasarkan hasil analisis penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa mood memengaruhi niat melakukan whistleblowing.Ini menunjukkan bahwa orang dalam mood yang lebih baik cenderung bertindak dengan adil dan jujur, termasuk melaporkan pelanggaran atau kecurangan.Kemudian, orang yang berada dalam mood negatif seperti marah, frustrasi, atau kecewa juga dapat memicu juga seseorang untuk melakukan whistleblowing.Ketika seseorang merasa emosi tersebut, mereka mungkin merasa dorongan yang kuat untuk mengungkapkan kecurangan atau ketidakadilan yang mereka saksikan sebagai cara untuk menanggapi perasaan negatif tersebut.Keinginan untuk melakukan whistleblowing meningkat dengan adanya pemberian reward.Pemberian reward membuat seseorang menjadi termotivasi untuk melakukan whistleblowing karena mereka merasa lebih dihargai sehingga mereka cenderung untuk melaporkan pelanggaran.Komitmen religius meningkatkan keinginan untuk melakukan whistleblowing.Komitmen kepada prinsip-prinsip keagamaan dapat memberikan dorongan bagi seseorang untuk mengambil risiko melaporkan pelanggaran, dengan keyakinan bahwa mereka bertindak sesuai dengan kehendak Tuhan.

Penelitian selanjutnya dapat berfokus pada faktor-faktor yang memengaruhi niat untuk melakukan tindakan whistleblowing dengan responden auditor. Selain itu, studi eksperimental dapat dilakukan untuk menyelidiki pengaruh mood, pemberian reward, dan komitmen religius terhadap perilaku whistleblowing secara langsung. Penelitian juga dapat mengeksplorasi peran dan pengaruh sistem whistleblowing yang optimal dalam mendorong pelaporan kecurangan. Dengan memahami faktor-faktor ini, organisasi dapat mengembangkan strategi yang efektif untuk meningkatkan niat dan perilaku whistleblowing, sehingga dapat mencegah dan mengurangi kecurangan di lingkungan kerja.

  1. Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Niat Karyawan Melakukan Tindakan Whistleblowing Pada BCA KCP Ubud |... doi.org/10.36733/juara.v11i1.2827Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Niat Karyawan Melakukan Tindakan Whistleblowing Pada BCA KCP Ubud doi 10 36733 juara v11i1 2827
  2. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Niat dan Prilaku Whistleblowing Karyawan Alfamart di Pekanbaru | Jurnal... doi.org/10.37859/jae.v10i1.1894Faktor faktor yang Mempengaruhi Niat dan Prilaku Whistleblowing Karyawan Alfamart di Pekanbaru Jurnal doi 10 37859 jae v10i1 1894
  3. Analisis Pengaruh Emosi, Suasana Hati dan Role Stress Auditor terhadap Audit Judgement | IKRAITH-EKONOMIKA.... journals.upi-yai.ac.id/index.php/IKRAITH-EKONOMIKA/article/view/2313Analisis Pengaruh Emosi Suasana Hati dan Role Stress Auditor terhadap Audit Judgement IKRAITH EKONOMIKA journals upi yai ac index php IKRAITH EKONOMIKA article view 2313
Read online
File size520.75 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test