LAMINTANGLAMINTANG

International Journal of Clinical Inventions and Medical Sciences (IJCIMS)International Journal of Clinical Inventions and Medical Sciences (IJCIMS)

Masalah kehamilan remaja berusia 15-19 tahun di Indonesia mencapai 10%, dan kehamilan pada usia tersebut memiliki banyak risiko komplikasi persalinan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan faktor penyebab, dampak pada kesehatan reproduksi, dan solusi untuk mengatasi masalah pernikahan dini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan sampel pasangan yang menikah di usia muda. Pernikahan dini di Banjarmasin disebabkan oleh keinginan pribadi, hubungan intim, dan kehamilan pertama. Oleh karena itu, langkah strategis untuk mengatasi masalah ini adalah melalui pembinaan remaja dan kolaborasi dengan Kantor Urusan Agama. Dukungan dan peran aktif masyarakat diperlukan untuk mengurangi kasus pernikahan dini.

Berdasarkan penelitian, dapat disimpulkan bahwa pernikahan dini berdampak fisik dan psikologis.Secara fisik, pernikahan dini menyebabkan wanita mengalami perdarahan saat melahirkan.Secara psikologis, pasangan muda sering bertengkar yang menyebabkan perceraian, namun kehadiran anak membuat mereka tetap mempertahankan rumah tangga.Selain itu, pernikahan dini juga memengaruhi ekonomi dan pendidikan keluarga.Dengan demikian, strategi untuk mengatasi masalah pernikahan dini adalah melalui kolaborasi dengan Kantor Urusan Agama dan pembinaan remaja serta peran aktif seluruh masyarakat untuk lebih memahami bahaya pernikahan dini, mengingat dampak pernikahan dini terhadap kesehatan reproduksi dan psikologis pasangan muda.

Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan saran penelitian lanjutan yang ada, beberapa arah penelitian lanjutan yang menarik dapat dikembangkan. Pertama, penelitian dapat difokuskan pada eksplorasi lebih mendalam mengenai peran faktor budaya dan norma sosial dalam memengaruhi keputusan pernikahan dini di Banjarmasin, dengan mempertimbangkan bagaimana nilai-nilai tradisional dan tekanan sosial memengaruhi pilihan remaja. Kedua, penelitian kuantitatif dapat dilakukan untuk menguji efektivitas berbagai program intervensi pencegahan pernikahan dini yang telah diterapkan, dengan mengukur dampak program tersebut terhadap penurunan angka pernikahan dini dan peningkatan kesehatan reproduksi remaja. Ketiga, penelitian longitudinal dapat dilakukan untuk melacak dampak jangka panjang pernikahan dini terhadap kesehatan fisik, mental, dan sosial ekonomi para perempuan yang menikah di usia muda, sehingga dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai konsekuensi pernikahan dini.

  1. Early Marriage in Banjarmasin: The Impact on Reproductive Health and Prevention Strategy | International... doi.org/10.36079/lamintang.ijcims-0201.77Early Marriage in Banjarmasin The Impact on Reproductive Health and Prevention Strategy International doi 10 36079 lamintang ijcims 0201 77
Read online
File size511.86 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test