LAMINTANGLAMINTANG

International Journal of Clinical Inventions and Medical Sciences (IJCIMS)International Journal of Clinical Inventions and Medical Sciences (IJCIMS)

Nanoteknologi telah muncul sebagai pendekatan transformatif dalam terapi kanker dengan memungkinkan penyampaian agen terapeutik secara tepat, terarah, dan terkontrol. Tinjauan sistematis ini bertujuan mengevaluasi kemajuan klinis sistem pengiriman obat berbasis nanoteknologi di bidang onkologi, dengan fokus pada efektivitas, keamanan, dan potensi translasi. Menggunakan pedoman PRISMA, studi relevan dari 2015 hingga 2025 dianalisis, termasuk uji klinis teracak, studi kohort, dan tinjauan sistematis. Temuan menunjukkan bahwa formulasi nanopartikel—seperti liposom, nanopartikel polimerik, dendrimer, dan nanopartikel emas—meningkatkan bioavailabilitas dan akumulasi spesifik tumor sekaligus meminimalkan toksisitas off‑target. Sebagai contoh, liposom doxorubicin dan paclitaxel berbasis albumin telah memperlihatkan hasil kelangsungan hidup yang lebih baik dan menurunkan toksisitas kardiovaskular dibandingkan kemoterapi konvensional. Kemajuan terbaru dalam nanopartikel responsif rangsangan dan berfungsi ligand telah meningkatkan presisi pelepasan obat, menghasilkan indeks terapeutik yang lebih baik pada kanker payudara, paru, dan prostat. Meskipun pencapaian ini menandakan pergeseran paradigma, tantangan tetap ada dalam produksi berskala besar, efisiensi biaya, dan biokompatibilitas jangka panjang. Hambatan regulatori dan variasi respons pasien juga membatasi adopsi lebih luas di praktik klinis. Secara keseluruhan, sistem pengiriman obat berbasis nanoteknologi menandai pergeseran paradigma dalam terapi kanker terarah, menawarkan peningkatan presisi pengobatan, kualitas hidup pasien, dan potensi integrasi dengan imunoterapi serta terapi gen. Penelitian klinis ke depan harus memprioritaskan nanomedikina yang dipersonalisasi, pemantauan keamanan jangka panjang, dan produksi berskala untuk memaksimalkan translasi klinis.

Sistem pengiriman obat berbasis nanoteknologi menunjukkan peningkatan signifikan dalam efektivitas dan keamanan terapi kanker, namun masih terdampak oleh tantangan produksi, biaya, dan regulasi yang perlu diatasi.Adopsi lebih luas harus didorong melalui personalisasi nanomedikina, pemantauan jangka panjang, dan skala produksi yang lebih efisien.Pada akhirnya, integrasi dengan imunoterapi dan terapi gen dapat membuka kemungkinan baru bagi peningkatan hasil klinis di onkologi.

Bagaimana pengembangan platform nanopartikel berbasis protein endogen dapat disesuaikan dengan biomarker spesifik tumor untuk meningkatkan akurasi pengiriman? Dalam studi probed, apakah kombinasi terapi nanomedikinal dengan imunoterapi dapat meningkatkan respons imun pasien dengan kanker bersifat heterogen? Sejauh mana penggunaan teknik bioprinting 3D dapat memfasilitasi pembuatan nanopartikel secara real‑time dengan kontrol dimensi dan muatan yang lebih presisi?.

  1. Nanotechnology-Based Drug Delivery Systems for Targeted Cancer Therapy | International Journal of Clinical... lamintang.org/journal/index.php/ijcims/article/view/911Nanotechnology Based Drug Delivery Systems for Targeted Cancer Therapy International Journal of Clinical lamintang journal index php ijcims article view 911
Read online
File size554.57 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test