UNESAUNESA

Adornata : Ethnobeauty and Wellness JournalAdornata : Ethnobeauty and Wellness Journal

Perubahan transformasi pendidikan vokasi di era ekonomi digital menuntut pergeseran paradigma dari pengakuan berbasis diploma ke sistem berbasis kompetensi. Penelitian ini menganalisis peran mikro‑kredensial dan praktik rekrutmen berbasis keterampilan dalam meningkatkan keterampilan ketenagakerjaan lulusan sekolah vokasi kecantikan di Indonesia. Metode campuran dengan desain eksplanatori berurutan digunakan, mengumpulkan data kuantitatif dari 212 lulusan dan data kualitatif melalui wawancara mendalam dengan pemilik salon, manajer HR, dan guru. Hasil menunjukkan bahwa mikro‑kredensial spesifik seperti bridal make‑up, nail art, dan sertifikat pemasaran digital secara signifikan meningkatkan tingkat ketenagakerjaan lulusan (β = 0.47; p < 0.001). Interview menegaskan bahwa industri lebih menghargai kompetensi terverifikasi dan portofolio keterampilan dibandingkan diploma formal. Penelitian ini menegaskan urgensi integrasi mikro‑kredensial ke kurikulum Sekolah Vokasi Tinggi untuk memperkuat keselarasan antara pendidikan dan kebutuhan industri kecantikan modern.

(1) Memiliki mikro‑kredensial seperti bridal make‑up, nail art, dan digital beauty marketing secara signifikan meningkatkan keterampilan ketenagakerjaan lulusan.Regresi menunjukkan bahwa lulusan dengan dua atau lebih mikro‑kredensial memiliki peluang 1,8 kali lebih tinggi dalam mendapatkan pekerjaan dalam tiga bulan.(2) Industri kecantikan memprioritaskan kompetensi terverifikasi atas diploma formal, dengan 87% responden menyatakan lebih memilih bukti keterampilan nyata seperti mikro‑kredensial dan portofolio.(3) Integrasi mikro‑kredensial ke kurikulum Sekolah Vokasi Tinggi dapat meningkatkan keselarasan antara pendidikan dan kebutuhan industri, meskipun tantangan tetap ada seperti fasilitas terbatas, kesiapan guru, dan regulasi.Implementasi proyek kompetensi, skema sertifikasi bersama, dan sistem verifikasi digital menawarkan potensi tinggi.

Penelitian lanjutan dapat meneliti efek jangka panjang pemberian mikro‑kredensial pada mobilitas karir, pendapatan, dan ketahanan pekerjaan lulusan, serta mengeksplorasi dampak penggunaan platform digital dalam verifikasi kredensial terhadap kepuasan industri dan penetrasi pasar kerja. Selain itu, studi komparatif antara sekolah vokasi yang menerapkan kurikulum berbasis mikro‑kredensial dan yang tidak dapat memberikan bukti empiris tentang peningkatan placement rate dan kualitas kerja. Terakhir, penelitian harus mempertimbangkan pengembangan kerangka kerja regulasi nasional untuk standarisasi mikro‑kredensial, termasuk akreditasi, akuntabilitas, dan mekanisme kolaborasi antara lembaga pendidikan dan industri kecantikan.

Read online
File size296.68 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test