UMPOUMPO

MULTITEK INDONESIA : JURNAL ILMIAHMULTITEK INDONESIA : JURNAL ILMIAH

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi temperatur sintering terhadap sifat mekanik komposit Al-MWCNT yang dibuat dengan metode metalurgi serbuk. Matriks yang digunakan adalah aluminium seri AA1100 dengan penambahan 1% nano Multi-Walled Carbon Nanotube (MWCNT). Campuran dipadatkan dalam cetakan baja, kemudian disinter pada suhu 450°C, 500°C, 550°C, dan 600°C, serta dibandingkan dengan spesimen tanpa sintering. Hasil penelitian menegaskan bahwa sintering pada suhu 500°C memberikan hasil paling optimal, ditunjukkan dengan peningkatan signifikan pada nilai kekerasan sebesar 50,05 HV dan ketahanan aus dengan laju keausan hanya 0,4387 mm³/s, lebih baik dibandingkan spesimen yang tidak disinter. Analisis EDS membuktikan bahwa peningkatan ini terkait dengan rendahnya kandungan oksigen pada suhu 500°C, sementara analisis SEM menunjukkan ikatan antarpartikel yang lebih rapat dan merata. Sebaliknya, sintering pada suhu di atas 500°C justru menurunkan kualitas material akibat terbentuknya retakan dan rongga. Temuan ini secara jelas mengonfirmasi bahwa peningkatan kekerasan dan ketahanan aus pada material dicapai melalui kondisi sintering optimal pada suhu 500°C.

Sintering adalah proses penting dalam memproduksi komposit Al-MWCNT berkualitas baik.Pada suhu di atas 500°C (khususnya 550°C dan 600°C), komposisi permukaan komposit cenderung didominasi oleh fase Al-MWCNT, Al-O2, dan MWCNT-O2.Analisis EDS pada 600°C dan variasi tanpa sintering menunjukkan kandungan oksigen tinggi, yang berdampak negatif pada hasil uji kekerasan dan keausan.Pada suhu sintering 500°C, jumlah logam oksida berkurang, seperti yang ditunjukkan oleh kandungan oksigen terendah, hanya mengandung 15,75% oksigen pada analisis EDS.Pengurangan ini diidentifikasi sebagai alasan peningkatan kekerasan dan ketahanan keausan spesimen.Namun, untuk spesimen yang disinter pada 600°C, pengamatan SEM mengungkapkan bahwa ikatan dalam spesimen menunjukkan banyak retakan dan banyak rongga pada permukaan material.Dalam pengujian SEM, dapat dilihat bahwa pada spesimen yang tidak disinter, terdapat garis batas yang jelas antara bahan, yang menunjukkan ikatan partikel yang buruk.Berbeda dengan spesimen yang disinter, dapat dilihat bahwa partikel terikat dengan baik, terutama pada 500°C.Studi ini menunjukkan bahwa suhu sintering optimal untuk mencapai peningkatan kekerasan dan ketahanan keausan pada material adalah 500°C, yang meningkatkan nilai kekerasan dan keausan dibandingkan spesimen yang tidak disinter, mencapai 50,05 HV dan 0,4387 mm³/s masing-masing.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk mengeksplorasi lebih lanjut pengaruh variasi temperatur sintering pada sifat mekanik komposit Al-MWCNT. Studi ini dapat berfokus pada optimasi kondisi sintering untuk mencapai hasil yang lebih baik, seperti peningkatan kekerasan dan ketahanan aus. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk menyelidiki efek variasi komposisi MWCNT pada sifat mekanik komposit, serta pengaruh waktu sintering pada kualitas material. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan kontribusi lebih lanjut dalam pengembangan komposit Al-MWCNT yang unggul secara mekanik.

  1. Hibridni kompoziti na bazi aluminijuma, grafena i ugljeničnih nanocevi - ispitivanje tvrdoće... doi.org/10.5937/fme2102414NHibridni kompoziti na bazi aluminijuma grafena i ugljeniyEAsnih nanocevi ispitivanje tvrdoyEANe doi 10 5937 fme2102414N
  2. Radware Bot Manager Captcha. radware bot manager captcha apologize ensure keep safe please confirm human... doi.org/10.1088/1742-6596/2739/1/012038Radware Bot Manager Captcha radware bot manager captcha apologize ensure keep safe please confirm human doi 10 1088 1742 6596 2739 1 012038
Read online
File size1.24 MB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test