ITNITN
JURNAL FLYWHEELJURNAL FLYWHEELPenelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh kecepatan udara (1,5 m/s dan 2 m/s) serta kapasitas pengering (5 kg, 15 kg, 25 kg) terhadap laju pengeringan, kadar air, dan efisiensi mesin pengering kemiri berbasis pembakaran biomassa. Eksperimen dilakukan dengan mesin tipe tungku, menggunakan bonggol jagung sebagai bahan bakar, dan diukur perkiraan panas, waktu, dan berat akhir kemiri. Hasil menunjukkan bahwa kecepatan 2 m/s memberikan laju pengeringan tertinggi, namun kapasitas lebih kecil (5 kg) menghasilkan kadar air akhir paling rendah, mematuhi standar kering kemiri (4‑5 %). Efisiensi pengeringan tertinggi tercapai pada kecepatan 2 m/s dan kapasitas 25 kg sebesar 3,87 %, namun kadar air akhir masih di atas ambang 5 %. Penelitian ini menyoroti pentingnya menyeimbangkan kecepatan udara dan kapasitas untuk mencapai efisiensi dan standar kualitas pengeringan kemiri.
Penurunan kadar air kemiri paling optimal terjadi pada pengeringan menggunakan mesin dengan kecepatan udara 2 m/s dan kapasitas 5 kg selama 420 menit.Selain itu, perlakuan penyangraian dengan kecepatan udara 1,5 m/s dan 2 m/s pada kapasitas 5 kg juga menunjukkan efisiensi pengeringan yang tinggi, masing‑masing sebesar 1,75 % dan 2,61 %.Hal ini mengindikasikan bahwa kapasitas yang lebih kecil memungkinkan pengeringan yang lebih efektif, dengan sisa kadar air kemiri mencapai 4,26 % dan 0,12 % yang memenuhi standar kekeringan kemiri.
Berikut adalah tiga saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan dari studi ini: Pertama, meneliti pengaruh suhu gas buang pada proses pembakaran biomassa dengan menggunakan sensor gas untuk menilai hubungan antara suhu dan efisiensi konversi energi, sehingga dapat meningkatkan efisiensi pengeringan. Kedua, mengevaluasi alternatif bahan bakar biomassa selain bonggol jagung, seperti limbah organik perkebunan, untuk menilai dampak biaya, ketersediaan, dan emisi CO₂, sehingga dapat mengoptimalkan keberlanjutan operasional mesin pengering. Ketiga, menerapkan model simulasi CFD (Computational Fluid Dynamics) pada ruang pengering untuk memvisualisasikan distribusi suhu dan aliran udara, guna memprediksi kondisi optimal yang tidak dapat dicapai secara eksperimental, yang pada gilirannya meningkatkan desain dan kontrol proses pengeringan. Penelitian-penelitian tersebut dapat memperluas pemahaman tentang faktor-faktor kritis dalam pengeringan kemiri dan meningkatkan efisiensi serta keberlanjutan teknologi pembakaran biomassa.
| File size | 226.28 KB |
| Pages | 6 |
| DMCA | Report |
Related /
POLITEKNIKJAMBIPOLITEKNIKJAMBI Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan pompa sentrifugal yang tepat dapat meningkatkan efisiensi sistem distribusi air, mengurangi kerugian energi,Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan pompa sentrifugal yang tepat dapat meningkatkan efisiensi sistem distribusi air, mengurangi kerugian energi,
POLTEK KAMPARPOLTEK KAMPAR 98,18% pada unit 1 dan 98,71% pada unit 2, nilai ini sangat baik untuk nilai efisiensi trafo. Trafo unit 2 mempunyai unjuk kerja yang lebih baik dibandingkan98,18% pada unit 1 dan 98,71% pada unit 2, nilai ini sangat baik untuk nilai efisiensi trafo. Trafo unit 2 mempunyai unjuk kerja yang lebih baik dibandingkan
POLITEKNIKJAMBIPOLITEKNIKJAMBI Variabel yang diamati meliputi konsumsi daya listrik dan capaian suhu terendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konfigurasi rangkaian kelistrikan seriVariabel yang diamati meliputi konsumsi daya listrik dan capaian suhu terendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konfigurasi rangkaian kelistrikan seri
POLITEKNIKJAMBIPOLITEKNIKJAMBI Dengan demikian, membran komposit berpotensi menjadi alternatif yang andal untuk pengolahan limbah cair industri. penelitian lanjutan diharapkan dapatDengan demikian, membran komposit berpotensi menjadi alternatif yang andal untuk pengolahan limbah cair industri. penelitian lanjutan diharapkan dapat
POLITEKNIKJAMBIPOLITEKNIKJAMBI 2) Dari percobaan tiga sudut kemiringan sudut 15° yang memberikan efisiensi terbesar baik pada solarcel yang memakai kaca film maupun tidak memakai kaca2) Dari percobaan tiga sudut kemiringan sudut 15° yang memberikan efisiensi terbesar baik pada solarcel yang memakai kaca film maupun tidak memakai kaca
POLITEKNIKJAMBIPOLITEKNIKJAMBI Virgin Coconut Oil (VCO) adalah produk olahan dari daging kelapa yang berbentuk cairan jernih, tidak berasa, dan memiliki aroma khas kelapa. VCO diperolehVirgin Coconut Oil (VCO) adalah produk olahan dari daging kelapa yang berbentuk cairan jernih, tidak berasa, dan memiliki aroma khas kelapa. VCO diperoleh
POLITEKNIKJAMBIPOLITEKNIKJAMBI Desa Jajaran Baru, distribusi air bersih belum berjalan optimal akibat penggunaan sistem perpompaan yang kurang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk merancangDesa Jajaran Baru, distribusi air bersih belum berjalan optimal akibat penggunaan sistem perpompaan yang kurang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk merancang
ITNITN Metode pengabdian masyarakat melibatkan Focus Group Discussion (FGD), penyuluhan manajemen produksi, dan penataan ulang layout fasilitas produksi. HasilMetode pengabdian masyarakat melibatkan Focus Group Discussion (FGD), penyuluhan manajemen produksi, dan penataan ulang layout fasilitas produksi. Hasil
Useful /
POLITEKNIKJAMBIPOLITEKNIKJAMBI Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi fraksi volume serat daun nanas (10%, 20%, 30%, 40%, dan 50%) terhadap sifat tarik kompositPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi fraksi volume serat daun nanas (10%, 20%, 30%, 40%, dan 50%) terhadap sifat tarik komposit
POLITEKNIKJAMBIPOLITEKNIKJAMBI Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi jumlah dan konfigurasi rangkaian Peltier pada sistem pendingin termoelektrik (ThermoelectricPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi jumlah dan konfigurasi rangkaian Peltier pada sistem pendingin termoelektrik (Thermoelectric
POLITEKNIKJAMBIPOLITEKNIKJAMBI Pengujian dilakukan dalam kondisi idle selama 30 menit menggunakan gas analyzer dengan tiga kali replikasi. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptifPengujian dilakukan dalam kondisi idle selama 30 menit menggunakan gas analyzer dengan tiga kali replikasi. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif
UBTUBT Evaluasi kegiatan ini berfungsi memberi gambaran terhadap obyek yang diteliti melalui pengumpulan data terhadap populasi. Data diperoleh dari hasil kuisioner,Evaluasi kegiatan ini berfungsi memberi gambaran terhadap obyek yang diteliti melalui pengumpulan data terhadap populasi. Data diperoleh dari hasil kuisioner,