ALMAATAALMAATA

Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia (Indonesian Journal of Nutrition and Dietetics)Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia (Indonesian Journal of Nutrition and Dietetics)

Latar Belakang: Makanan ultra proses mengandung kadar gula, lemak, dan garam yang tinggi sehingga mengkonsumsinya secara sering dapat meningkatkan lemak tubuh dan berat badan serta dapat menyebabkan hipertensi. Jenis makanan ini banyak dikonsumsi remaja.. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konsumsi makanan ultra proses dengan persen lemak tubuh dan tekanan darah pada remaja di Surakarta.. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross‑sectional. Penelitian dilakukan di lima Sekolah Menengah Atas (SMA) di Surakarta, Indonesia, di lima kecamatan berbeda. Sebanyak 114 siswa diseleksi melalui proporsi random sampling. Data yang diambil pada penelitian ini adalah konsumsi makanan ultra proses dan tekanan darah. Konsumsi makanan ultra proses diukur dengan persentase menggunakan Food Frequency Questionnaire (FFQ). Persentase tubuh diukur menggunakan Bioimpedance Analysis (BIA) Omron BF‑375. Tekanan darah diukur menggunakan sphygmomanometer digital. Hubungan konsumsi makanan ultra proses dengan persen lemak tubuh dan hubungan konsumsi makanan ultra proses dengan tekanan darah dianalisis menggunakan Kendalls τb.. Hasil: Makanan ultra proses yang paling sering dikonsumsi oleh responden adalah kerupuk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengkonsumsi makanan ultra proses pada kuartil ke‑3 (50%). Secara statistik terdapat hubungan yang signifikan antara konsumsi makanan ultra proses dengan persen lemak tubuh (p‑value 0,008). Nilai koefisien korelasi antar variabel dalam analisis tersebut diperoleh 0,216, artinya tingkat keparahan hubungan antar variabel sangat lemah dan memiliki arah hubungan yang positif. Sedangkan hasil analisis antara konsumsi makanan ultra proses dengan tekanan darah pada remaja tidak ditemukan adanya hubungan (p‑value 0,135).. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara konsumsi makanan ultra proses dengan persen lemak tubuh dan tidak terdapat hubungan antara konsumsi makanan ultra proses dengan tekanan darah pada remaja.

Terdapat hubungan positif yang signifikan namun lemah antara konsumsi makanan ultra proses dengan persen lemak tubuh pada remaja.Tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara konsumsi makanan ultra proses dengan tekanan darah pada remaja.

Bagaimana pola konsumsi makanan ultra‑proses mempengaruhi indeks massa tubuh pada remaja yang melakukan aktivitas fisik intensif? Apakah variasi jenis makanan ultra‑proses, seperti kerupuk dibandingkan makanan ringan berlemak tinggi, memiliki dampak berbeda terhadap resistensi insulin pada remaja? Seberapa besar peran pola makan seimbang yang mengurangi asupan ultra‑proses dapat memodulasi risiko hipertensi pada remaja, dan apakah intervensi pendidikan gizi di sekolah dapat menurunkan konsumsi ultra‑proses secara signifikan?.

  1. Ultraprocessed food consumption and dietary nutrient profiles associated with obesity: A multicountry... onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/obr.13387Ultraprocessed food consumption and dietary nutrient profiles associated with obesity A multicountry onlinelibrary wiley doi 10 1111 obr 13387
  2. Relationship between ultra-processed food consumption with body fat percentage and blood pressure in... ejournal.almaata.ac.id/index.php/IJND/article/view/4458Relationship between ultra processed food consumption with body fat percentage and blood pressure in ejournal almaata ac index php IJND article view 4458
Read online
File size356.36 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test