STIKESHBSTIKESHB
JURKESSIAJURKESSIAStatus gizi merupakan faktor penentu kualitas remaja karena seseorang pada masa dewasa ditentukan oleh status gizi di masa remaja. Proses pertumbuhan dan perkembangan akan lebih sempurna dengan status gizi yang optimal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan hubungan antara pengetahuan gizi dan aktivitas fisik dengan status gizi remaja perempuan kelas 8 di SMP Negeri 1 Banjarbaru. Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian adalah 119 siswa kelas 8 di SMP Negeri 1 Banjarbaru. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner, alat ukur tinggi badan, dan timbangan digital. Data dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden (77,3%) memiliki pengetahuan gizi yang baik, 54,6% memiliki aktivitas fisik sedang, dan 53,8% memiliki status gizi yang baik. Uji statistik menunjukkan hubungan yang signifikan antara pengetahuan gizi dan status gizi remaja perempuan di SMP Negeri 1 Banjarbaru (p=0,000) dan aktivitas fisik juga berhubungan dengan status gizi remaja perempuan di SMP Negeri 1 Banjarbaru (p=0,000). Berdasarkan penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa pengetahuan gizi dan aktivitas fisik berhubungan dengan status gizi remaja perempuan. Oleh karena itu, responden diharapkan untuk menjaga status gizi mereka dengan memantau berat dan tinggi badan secara teratur.
Penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan gizi yang baik dan status gizi yang baik, serta aktivitas fisik yang sedang.Analisis bivariat membuktikan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan gizi dan aktivitas fisik dengan status gizi remaja perempuan.Dengan demikian, pengetahuan gizi dan aktivitas fisik berperan penting dalam menentukan status gizi remaja.
Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menggali faktor-faktor lain yang mungkin mempengaruhi status gizi remaja perempuan, seperti faktor sosial ekonomi keluarga, pola makan, dan dukungan lingkungan. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan intervensi gizi yang efektif untuk meningkatkan pengetahuan gizi dan aktivitas fisik remaja perempuan, serta dampaknya terhadap status gizi mereka. Intervensi ini dapat berupa penyuluhan gizi, pelatihan olahraga, atau modifikasi lingkungan sekolah untuk mendorong perilaku hidup sehat. Ketiga, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk memahami lebih dalam persepsi dan pengalaman remaja perempuan terkait dengan pengetahuan gizi, aktivitas fisik, dan status gizi mereka, sehingga dapat merancang program yang lebih sesuai dengan kebutuhan dan konteks mereka. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam upaya meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup remaja perempuan di masa depan.
| File size | 159.49 KB |
| Pages | 5 |
| DMCA | Report |
Related /
POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR Penelitian ini bertujuan menilai hubungan status gizi dan perkembangan anak berusia 2–5 tahun di wilayah Puskesmas Seyegan. Metode deskriptif kuantitatifPenelitian ini bertujuan menilai hubungan status gizi dan perkembangan anak berusia 2–5 tahun di wilayah Puskesmas Seyegan. Metode deskriptif kuantitatif
JURNALFKIPUNTADJURNALFKIPUNTAD Tidak terdapat hubungan antara kepuasan citra tubuh dan status gizi pada siswa SMA Negeri 5 Palu, sebagaimana dibuktikan dengan nilai p = 0,097 (p>0,05).Tidak terdapat hubungan antara kepuasan citra tubuh dan status gizi pada siswa SMA Negeri 5 Palu, sebagaimana dibuktikan dengan nilai p = 0,097 (p>0,05).
UMJ PremiumUMJ Premium Model regresi berganda menghasilkan nilai R Square sebesar 0,327. Simpulan: Pola Pangan Harapan, tingkat kemiskinan, pengeluaran pangan 65%, air bersih,Model regresi berganda menghasilkan nilai R Square sebesar 0,327. Simpulan: Pola Pangan Harapan, tingkat kemiskinan, pengeluaran pangan 65%, air bersih,
STIKESHBSTIKESHB Meskipun pengetahuan dan sikap terhadap gizi baik, tidak ditemukan hubungan signifikan antara variabel tersebut dengan status gizi. Penelitian ini merekomendasikanMeskipun pengetahuan dan sikap terhadap gizi baik, tidak ditemukan hubungan signifikan antara variabel tersebut dengan status gizi. Penelitian ini merekomendasikan
POLTEKKES PALEMBANGPOLTEKKES PALEMBANG Untuk keberlanjutan, diperlukan pendampingan rutin oleh Puskesmas, integrasi kader dalam kegiatan sekolah, dan pemantauan berkala kadar hemoglobin agarUntuk keberlanjutan, diperlukan pendampingan rutin oleh Puskesmas, integrasi kader dalam kegiatan sekolah, dan pemantauan berkala kadar hemoglobin agar
STIKESHBSTIKESHB Penelitian ini bertujuan untuk menentukan hubungan antara faktor-faktor tersebut dengan status gizi remaja di SMAN 2 Martapura. Penelitian ini menggunakanPenelitian ini bertujuan untuk menentukan hubungan antara faktor-faktor tersebut dengan status gizi remaja di SMAN 2 Martapura. Penelitian ini menggunakan
ILININSTITUTEILININSTITUTE Rekomendasi konkret, seperti pembentukan komunitas duta gizi dan integrasi materi gizi dalam kurikulum sekolah, dihasilkan dari pelatihan guru dan akanRekomendasi konkret, seperti pembentukan komunitas duta gizi dan integrasi materi gizi dalam kurikulum sekolah, dihasilkan dari pelatihan guru dan akan
UNIBAUNIBA Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui hubungan status gizi dengan perkembangan anak usia pra sekolah di Cita Bunda School dan PG-TK Kurnia Djaja AlamTujuan Penelitian ini untuk mengetahui hubungan status gizi dengan perkembangan anak usia pra sekolah di Cita Bunda School dan PG-TK Kurnia Djaja Alam
Useful /
PTIQPTIQ Subjek penelitian diambil kriteria yang telah ditentukan oleh peneliti, yaitu subjek merupakan siswa yang bersekolah program homeschooling di PesantrenSubjek penelitian diambil kriteria yang telah ditentukan oleh peneliti, yaitu subjek merupakan siswa yang bersekolah program homeschooling di Pesantren
PTIQPTIQ Dengan memfokuskan pada peran guru sebagai agen utama perlu dirumuskan strategi yang efektif dalam meningkatkan literasi moderasi Islam sebagai bagianDengan memfokuskan pada peran guru sebagai agen utama perlu dirumuskan strategi yang efektif dalam meningkatkan literasi moderasi Islam sebagai bagian
STIKESHBSTIKESHB Kelompok intervensi mengalami penurunan tingkat kecemasan dari berat menjadi sedang setelah diberikan EFT, sementara kelompok kontrol tidak mengalami perubahanKelompok intervensi mengalami penurunan tingkat kecemasan dari berat menjadi sedang setelah diberikan EFT, sementara kelompok kontrol tidak mengalami perubahan
STIKESHBSTIKESHB Responden menyatakan membutuhkan biaya tinggi sebesar 31,4%, sisanya menyatakan netral sebesar 45,7% dan tidak tinggi sebesar 22,9%. Responden yang menyatakanResponden menyatakan membutuhkan biaya tinggi sebesar 31,4%, sisanya menyatakan netral sebesar 45,7% dan tidak tinggi sebesar 22,9%. Responden yang menyatakan