UGMUGM

Berkala Ilmiah BiologiBerkala Ilmiah Biologi

Mangrove memberikan banyak manfaat bagi lingkungan dan kehidupan manusia. Eksploitasi berlebihan akan merusak tumbuhan mangrove, sehingga mengurangi manfaat mangrove tersebut. Inventarisasi jenis mangrove memberikan informasi tentang keanekaragaman dan komposisi mangrove sebagai basis data untuk pemantauan mangrove. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari keanekaragaman dan komposisi perbandingan tumbuhan mangrove di Teluk Balikpapan dan Delta Mahakam, Kalimantan Timur. Sampel dikumpulkan dengan menelusuri jalur perairan menggunakan metode purposive sampling. Sampel herbarium dikoleksi untuk diidentifikasi di Laboratorium Sistematika Tumbuhan, Fakultas Biologi UGM. Identifikasi jenis dilengkapi dengan deskripsi dan kunci identifikasi buatan, analisis perbandingan komposisi menggunakan Indeks Similaritas Sorensen. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 44 spesies yang tergolong dalam 35 genus, 25 familia, dan 15 ordo. Teluk Balikpapan memiliki keanekaragaman jenis mangrove yang lebih tinggi (32 spesies) dibandingkan dengan Delta Mahakam (24 spesies). Genus yang paling umum ditemukan di kedua lokasi adalah Avicennia, Bruguiera, Ceriops, Rhizophora, Sonneratia, dan Xylocarpus. Komposisi spesies mangrove antara Delta Mahakam dan Teluk Balikpapan menunjukkan tingkat kesamaan yang rendah, dengan nilai similaritas 40,67%. Konservasi spesies mangrove di kedua lokasi diperlukan karena jenis mangrove yang ada saling melengkapi di antara keduanya.

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa spesies tumbuhan mangrove yang ditemukan di Teluk Balikpapan dan Delta Mahakam, Kalimantan Timur meliputi 15 ordo, 25 familia, 35 genus, dan 44 spesies.Genus yang paling umum ditemukan adalah Avicennia, Bruguiera, Ceriops, Rhizopora, dan Xylocarpus.Komposisi mangrove di Teluk Balikpapan dan Delta Mahakam memiliki tingkat kemiripan yang rendah dengan nilai indeks similaritas Sorensen 40,67%.Penelitian ini masih memiliki beberapa kekurangan dan diperlukan pengkajian lebih lanjut karena kondisi hutan mangrove akan mengalami perubahan seiring waktu, baik berupa degradasi hutan maupun penanaman kembali.Inventarisasi dengan pengambilan sampel mangrove yang lebih luas dan merata juga diperlukan untuk memperoleh data keanekaragaman yang lebih baik.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi lebih mendalam tentang faktor-faktor yang mempengaruhi keanekaragaman mangrove di kedua lokasi, seperti kondisi substrat, suhu, dan salinitas. Selain itu, penelitian tentang dampak deforestasi dan intervensi manusia terhadap keberadaan spesies Avicennia di Delta Mahakam juga dapat menjadi fokus penelitian. Dengan memahami faktor-faktor ini, dapat dikembangkan strategi konservasi yang lebih efektif untuk melindungi keanekaragaman mangrove di Teluk Balikpapan dan Delta Mahakam.

  1. Diversity Of Mangrove Plants In Balikpapan Bay and Mahakam Delta, East Kalimantan Province | Berkala... doi.org/10.22146/bib.v16i2.10311Diversity Of Mangrove Plants In Balikpapan Bay and Mahakam Delta East Kalimantan Province Berkala doi 10 22146 bib v16i2 10311
Read online
File size1.15 MB
Pages18
DMCAReport

Related /

ads-block-test