KEMENSOSKEMENSOS
Sosio Konsepsia: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan SosialSosio Konsepsia: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan SosialSetelah penanganan darurat erupsi Gunung Sinabung, banyak pemangku kepentingan yang secara aktif terlibat dalam pemulihan sosial-ekonomi untuk mengatasi kebutuhan masyarakat yang melampaui rekonstruksi fisik. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan keterlibatan inklusif pemangku kepentingan dalam mendukung tata kelola kolaboratif dalam pemulihan sosial-ekonomi penyintas erupsi Gunung Sinabung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan 11 informan dari sektor pemerintah dan non-pemerintah yang terlibat langsung atau memiliki otoritas dalam pemulihan pascabencana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inklusi dalam pemulihan sosial-ekonomi didukung oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah lintas tingkat, masyarakat, organisasi masyarakat, organisasi non-pemerintah, akademisi, dan badan-badan PBB. Setiap pemangku kepentingan saling melengkapi satu sama lain, menyesuaikan peran, kapasitas, dan sumber daya untuk membangun kembali dengan lebih baik. Pemerintah pusat berperan dalam mempercepat proses pemulihan, terutama pada tahap awal, tetapi pemerintah daerah tetap berperan sebagai koordinator seluruh pemangku kepentingan yang terlibat. Organisasi masyarakat berbasis gereja memainkan peran strategis di tingkat lokal, menjembatani komunikasi antara penyintas yang kehilangan kepercayaan terhadap pemerintah. Pihak-pihak non-pemerintahan seperti ONP, akademisi, dan badan-badan PBB berkontribusi pasca-rekonstruksi dengan menyelenggarakan program pemberdayaan masyarakat untuk membantu membangun penghidupan berkelanjutan.
Keterlibatan inklusif ditemukan dalam pemulihan sosial-ekonomi penyintas erupsi Gunung Sinabung.Pemulihan tersebut memiliki desain institusional yang inklusif dengan peran yang saling dibagikan antar aktor yang terlibat, mendukung terlaksananya tata kelola kolaboratif dalam pengelolaan kebijakan.Berbagai sektor terlibat dalam setiap tahapan pemulihan sosial-ekonomi, mulai dari pemerintah multi tingkat, organisasi masyarakat, organisasi non-pemerintah, akademisi, dan lembaga internasional PBB.Setiap pemangku kepentingan memberi kontribusi sesuai dengan misi, kapasitas, dan sumber daya yang mereka miliki.Pelibatan pihak-pihak di luar pemerintahan dimulai sejak pengkajian kebutuhan pasca bencana, penyusunan rencana pemulihan, hingga implementasi pemulihan sosial ekonomi.Peran antar pemangku kepentingan juga dibagi berdasarkan penilaian kontribusi yang dapat mengisi kekurangan satu sama lain hingga tercipta sebuah hubungan saling ketergantungan.Di satu sisi, rasa saling ketergantungan memperkuat motivasi untuk berkolaborasi.Namun di sisi lain, rasa saling ketergantungan dapat menjadi hambatan apabila salah satu pihak tidak menaruh komitmen yang setara, terutama dalam hal koordinasi dan komunikasi antar pemangku kepentingan.
Untuk meningkatkan efektivitas pemulihan sosial-ekonomi pasca-bencana, perlu ada upaya lebih lanjut dalam mengembangkan tata kelola pemulihan sosial-ekonomi yang inklusif dan kolaboratif. Penelitian ini telah menunjukkan pentingnya keterlibatan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah lintas tingkat, masyarakat, organisasi masyarakat, organisasi non-pemerintah, akademisi, dan badan-badan PBB. Namun, masih ada ruang untuk meningkatkan koordinasi dan komunikasi antar pemangku kepentingan. Salah satu saran penelitian lanjutan adalah mengkaji lebih dalam praktik-praktik terbaik aktor-aktor pemerintah, non-pemerintah, dan masyarakat sipil dalam menghadapi tantangan koordinasi dan komunikasi sepanjang proses pemulihan sosial-ekonomi. Penelitian ini dapat fokus pada bagaimana setiap sektor dapat bekerja sama secara efektif, berbagi sumber daya, dan membangun hubungan saling ketergantungan yang kuat. Selain itu, penelitian juga dapat mengeksplorasi strategi-strategi inovatif untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam proses pemulihan, terutama dalam pengambilan keputusan. Dengan melibatkan masyarakat secara aktif, diharapkan dapat meningkatkan kepuasan dan keberlanjutan pemulihan sosial-ekonomi. Selain itu, penelitian juga dapat mengeksplorasi peran media massa dalam kolaborasi multipihak dalam penanggulangan bencana. Media massa dapat berperan dalam membentuk wacana dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pemulihan sosial-ekonomi. Dengan demikian, media massa dapat menjadi mitra strategis dalam upaya membangun kembali dengan lebih baik.
- Disaster Governance: Social, Political, and Economic Dimensions | Annual Reviews. disaster governance... doi.org/10.1146/annurev-environ-020911-095618Disaster Governance Social Political and Economic Dimensions Annual Reviews disaster governance doi 10 1146 annurev environ 020911 095618
- SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW: COLLABORATIVE GOVERNANCE IN THE PUBLIC SECTOR | Jurnal Agregasi : Aksi... doi.org/10.34010/agregasi.v11i1.9207SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW COLLABORATIVE GOVERNANCE IN THE PUBLIC SECTOR Jurnal Agregasi Aksi doi 10 34010 agregasi v11i1 9207
- PROBLEMATIKA PROSES REHABILITASI & REONSTRUKSI PASCA BENCANA MENGUNAKAN METODE PARTISIPATIF MASYARAKAT... doi.org/10.56015/governance.v6i4.59PROBLEMATIKA PROSES REHABILITASI REONSTRUKSI PASCA BENCANA MENGUNAKAN METODE PARTISIPATIF MASYARAKAT doi 10 56015 governance v6i4 59
| File size | 552.67 KB |
| Pages | 16 |
| DMCA | Report |
Related /
IFRELRESEARCHIFRELRESEARCH Persepsi keadilan, kepercayaan pada sistem perpajakan, dan efektivitas pengawasan juga menjadi elemen kunci dalam membentuk sikap terhadap kepatuhan. Faktor-faktorPersepsi keadilan, kepercayaan pada sistem perpajakan, dan efektivitas pengawasan juga menjadi elemen kunci dalam membentuk sikap terhadap kepatuhan. Faktor-faktor
HIPKIN JATENGHIPKIN JATENG Hasil analisis menunjukkan bahwa Kurikulum 1947 lebih berorientasi pada pembangunan karakter dan nasionalisme, sedangkan Kurikulum 1964 lebih pragmatisHasil analisis menunjukkan bahwa Kurikulum 1947 lebih berorientasi pada pembangunan karakter dan nasionalisme, sedangkan Kurikulum 1964 lebih pragmatis
IFRELRESEARCHIFRELRESEARCH Penerapan Justice Collaborator dalam tindak pidana pembunuhan berencana masih dinilai kurang jelas, hal ini didasari oleh ketentuan dalam Undang-UndangPenerapan Justice Collaborator dalam tindak pidana pembunuhan berencana masih dinilai kurang jelas, hal ini didasari oleh ketentuan dalam Undang-Undang
IFRELRESEARCHIFRELRESEARCH 03 Tahun 2020, OJK berperan dalam memberikan jaminan atas kerugian finansial yang dirasakan oleh nasabah penyimpan. Dengan demikian, peran OJK dalam melindungi03 Tahun 2020, OJK berperan dalam memberikan jaminan atas kerugian finansial yang dirasakan oleh nasabah penyimpan. Dengan demikian, peran OJK dalam melindungi
STAIN KEPRISTAIN KEPRI Konteks pramodern menempatkan mufasir klasik pada penafsiran tunggal atas term ibnu sabil dalam Al-Quran. Mereka hanya memaknai ibnu sabil sebagai musafirKonteks pramodern menempatkan mufasir klasik pada penafsiran tunggal atas term ibnu sabil dalam Al-Quran. Mereka hanya memaknai ibnu sabil sebagai musafir
IKMEDIAIKMEDIA Penelitian dengan judul “Analisis Overlay Potensi Pajak Daerah sebagai Sumber Pendapatan Asli Daerah(PAD) Kabupaten Lombok Utara Tahun 2017-2021 iniPenelitian dengan judul “Analisis Overlay Potensi Pajak Daerah sebagai Sumber Pendapatan Asli Daerah(PAD) Kabupaten Lombok Utara Tahun 2017-2021 ini
STAIN KEPRISTAIN KEPRI Hasil menunjukkan enkulturasi dilakukan melalui alek batagak penghulu, batamat kaji/Khatam Quran, Malapeh paga, dan badoa bajamba. Faktor yang mempengaruhiHasil menunjukkan enkulturasi dilakukan melalui alek batagak penghulu, batamat kaji/Khatam Quran, Malapeh paga, dan badoa bajamba. Faktor yang mempengaruhi
STAIN KEPRISTAIN KEPRI Manuskrip adalah salah satu bentuk peradaban Islam di Palembang yang masih bisa dikaji sampai saat ini. Manuskrip yang dikaji dalam riset ini adalah ManuskripManuskrip adalah salah satu bentuk peradaban Islam di Palembang yang masih bisa dikaji sampai saat ini. Manuskrip yang dikaji dalam riset ini adalah Manuskrip
Useful /
KEMENSOSKEMENSOS Meskipun demikian, temuan awal menunjukkan bahwa kebijakan tersebut belum efektif di DIY. Penelitian ini bertujuan menganalisis proses collaborative governanceMeskipun demikian, temuan awal menunjukkan bahwa kebijakan tersebut belum efektif di DIY. Penelitian ini bertujuan menganalisis proses collaborative governance
KEMENSOSKEMENSOS Pengembangan potensi diri anak penyandang disabilitas menjadi perhatian penting di tengah masih lemahnya pemenuhan dan perlindungan hak-hak mereka. PenelitianPengembangan potensi diri anak penyandang disabilitas menjadi perhatian penting di tengah masih lemahnya pemenuhan dan perlindungan hak-hak mereka. Penelitian
KEMENSOSKEMENSOS Individu dengan identitas sosial yang kuat cenderung lebih mungkin menunjukkan ujaran kebencian ketika memiliki sifat-sifat kepribadian Dark Triad. TemuanIndividu dengan identitas sosial yang kuat cenderung lebih mungkin menunjukkan ujaran kebencian ketika memiliki sifat-sifat kepribadian Dark Triad. Temuan
JRTTJRTT Peneliti melakukan analisis perilaku buffer stop setelah ditabrak kereta api yang mengalami kegagalan pengereman dengan menggunakan bahan baja padat danPeneliti melakukan analisis perilaku buffer stop setelah ditabrak kereta api yang mengalami kegagalan pengereman dengan menggunakan bahan baja padat dan