PAEDIATRICAINDONESIANAPAEDIATRICAINDONESIANA
Paediatrica IndonesianaPaediatrica IndonesianaLatar Belakang Respons awal dalam tiga bulan pertama terapi asam valproat merupakan faktor prognostik untuk memprediksi keberhasilan pengobatan, dan dianggap buruk jika kejang masih terjadi selama tiga bulan tersebut. Faktor risiko yang mungkin memengaruhi respons awal mencakup jenis kelamin, usia, riwayat keluarga epilepsi, hasil EEG, lingkar kepala, jenis kejang, cerebral palsy, dan frekuensi kejang sebelum terapi. Tujuan penelitian ini adalah menentukan faktor risiko untuk respons awal buruk terhadap terapi asam valproat pada anak-anak dengan epilepsi. Metode Penelitian ini merupakan studi kohort retrospektif yang dilakukan pada anak baru terdiagnosis epilepsi. Data dikumpulkan dari catatan medis pasien yang ditangani di Poliklinik Anak Rumah Sakit Dr. Zainoel Abidin selama satu tahun. Hasil Dari 90 subjek, mayoritas laki-laki (58; 64,4%) dan berusia tiga tahun atau lebih (79; 87,8%). Empat puluh lima (50%) pasien memiliki riwayat keluarga epilepsi. Lebih dari seperempat subjek (35; 38,9%) menunjukkan respons awal buruk terhadap terapi asam valproat. Analisis bivariate mengidentifikasi faktor risiko respons awal buruk antara lain usia ≥3 tahun, riwayat keluarga epilepsi, EEG normal, lingkar kepala normal, tipe kejang umum, cerebral palsy, dan frekuensi kejang sebelum terapi. Namun, analisis multivariate menunjukkan bahwa faktor risiko yang tetap signifikan adalah riwayat keluarga epilepsi (RR 6,58; 95%CI 1,67–25,95; P=0,001), EEG abnormal (RR 5,27; 95%CI 1,16–23,87; P=0,000), kejang fokus (RR 7,10; 95%CI 1,15–43,80; P=0,000), dan cerebral palsy (RR 62,62; 95%CI 3,93–996,45; P=0,001). Kesimpulan Faktor risiko untuk respons awal buruk terhadap terapi asam valproat pada anak-anak dengan epilepsi adalah riwayat keluarga epilepsi, EEG abnormal, kejang fokus, dan cerebral palsy.
Faktor risiko utama respons awal buruk terhadap terapi asam valproat pada anak dengan epilepsi teridentifikasi sebagai riwayat keluarga epilepsi, EEG abnormal, kejang fokus, dan cerebral palsy.
Sebuah penelitian kuantitatif longitudinal dapat ditujukan untuk mengevaluasi intervensi genetik dalam mengurangi risiko resistensi obat pada anak dengan riwayat keluarga epilepsi. Kajian lain sebaiknya meneliti dampak penggunaan EEG multi-terbuka pada 12 minggu pertama untuk memprediksi respons terapi, sehingga dapat memandu penyesuaian obat secara lebih cepat. Penelitian tambahan diharapkan dapat memperkirakan peran neuroimaging struktural dalam mengidentifikasi pasien dengan cerebral palsy yang berisiko tinggi terhadap kegagalan terapi awal, sehingga dapat mengarahkan penggunaan terapi alternatif atau kombinasi obat sejak dini.
- Prediction for relapse and prognosis of newly diagnosed epilepsy - Su - 2013 - Acta Neurologica Scandinavica... onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/j.1600-0404.2012.01711.xPrediction for relapse and prognosis of newly diagnosed epilepsy Su 2013 Acta Neurologica Scandinavica onlinelibrary wiley doi 10 1111 j 1600 0404 2012 01711 x
- Early Identification of Refractory Epilepsy | New England Journal of Medicine. early refractory epilepsy... nejm.org/doi/abs/10.1056/NEJM200002033420503Early Identification of Refractory Epilepsy New England Journal of Medicine early refractory epilepsy nejm doi abs 10 1056 NEJM200002033420503
| File size | 201.03 KB |
| Pages | 6 |
| DMCA | Report |
Related /
PAEDIATRICAINDONESIANAPAEDIATRICAINDONESIANA Diagnosis sepsis ditetapkan berdasarkan skor sepsis probabel tinggi (HPS) dan sepsis probabel (PRS). Nilai RDW dan rasio I/T diperoleh pada saat diagnosisDiagnosis sepsis ditetapkan berdasarkan skor sepsis probabel tinggi (HPS) dan sepsis probabel (PRS). Nilai RDW dan rasio I/T diperoleh pada saat diagnosis
UMSUMS In this normative legal research, fraudulent behavior is studied in relation to the provisions contained in the Electronic Information and TransactionIn this normative legal research, fraudulent behavior is studied in relation to the provisions contained in the Electronic Information and Transaction
4141 Pengaruh lama perawatan, usia, dan gender terhadap kejadian ISK sebesar 31,4%. Jumlah kasus ISK adalah 65 kasus. Faktor-faktor yang memengaruhi kejadianPengaruh lama perawatan, usia, dan gender terhadap kejadian ISK sebesar 31,4%. Jumlah kasus ISK adalah 65 kasus. Faktor-faktor yang memengaruhi kejadian
4141 Metode penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dengan mengambil data dari kuesioner,Metode penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dengan mengambil data dari kuesioner,
4141 In 2022, 243,320 babies received complete immunization, while 23,675 babies received incomplete immunization. Infants aged 0-11 months in North SumatraIn 2022, 243,320 babies received complete immunization, while 23,675 babies received incomplete immunization. Infants aged 0-11 months in North Sumatra
4141 Karakteristik wilayah diamati berdasarkan kepadatan penduduk, sementara karakteristik individu meliputi usia, jenis kelamin, dan mobilitas. MetodologiKarakteristik wilayah diamati berdasarkan kepadatan penduduk, sementara karakteristik individu meliputi usia, jenis kelamin, dan mobilitas. Metodologi
4141 Selain itu, penyakit ini juga dapat disebabkan oleh faktor lingkungan dan perilaku masyarakat, yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti danSelain itu, penyakit ini juga dapat disebabkan oleh faktor lingkungan dan perilaku masyarakat, yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan
4141 Partisipasi masyarakat secara luas diyakini bermanfaat bagi pengembangan, implementasi, dan evaluasi pelayanan kesehatan. Namun, masih banyak tantanganPartisipasi masyarakat secara luas diyakini bermanfaat bagi pengembangan, implementasi, dan evaluasi pelayanan kesehatan. Namun, masih banyak tantangan
Useful /
UNPAMUNPAM Kondisi optimal dicapai pada 5% berat adsorben, 30 °C, 60 menit, dan rasio silika-selulosa 60. Hasil analisis BET mengkonfirmasi struktur microspongeKondisi optimal dicapai pada 5% berat adsorben, 30 °C, 60 menit, dan rasio silika-selulosa 60. Hasil analisis BET mengkonfirmasi struktur microsponge
PAEDIATRICAINDONESIANAPAEDIATRICAINDONESIANA pada usia 6 bulan. Kami membandingkan kadar SCFA feses dalam dua kelompok menggunakan analisis uji T. Tidak ada perbedaan signifikan dalam kadar SCFA antarapada usia 6 bulan. Kami membandingkan kadar SCFA feses dalam dua kelompok menggunakan analisis uji T. Tidak ada perbedaan signifikan dalam kadar SCFA antara
PAEDIATRICAINDONESIANAPAEDIATRICAINDONESIANA Analisis HRV menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan antara pasien LPR dan kontrol pada SDNN maupun LF/HF. Hasil tersebut menegaskan bahwa gangguanAnalisis HRV menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan antara pasien LPR dan kontrol pada SDNN maupun LF/HF. Hasil tersebut menegaskan bahwa gangguan
UNPAMUNPAM Untuk pengujian bending, variasi 30:10% merupakan variasi dengan hasil terbaik yaitu 60,24 MPa dan memenuhi standar minimal. Sedangkan untuk variasi 10:30%Untuk pengujian bending, variasi 30:10% merupakan variasi dengan hasil terbaik yaitu 60,24 MPa dan memenuhi standar minimal. Sedangkan untuk variasi 10:30%