SCITECHGRUPSCITECHGRUP

Jurnal Riset Sains dan Kesehatan IndonesiaJurnal Riset Sains dan Kesehatan Indonesia

Berbagai faktor berperan ketika mahasiswa mengalami keluhan muskuloskeletal selama praktikum. Salah satu faktor tersebut adalah posisi duduk yang tidak ergonomis, di mana praktikum melibatkan banyak waktu duduk. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan apakah keluhan muskuloskeletal pada mahasiswa TBD angkatan 7 berkaitan dengan postur duduk dan durasi duduk. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross‑sectional dan metode kuantitatif korelasional. Populasi penelitian terdiri dari 44 responden, dengan teknik total sampling sebagai metode pengambilan sampel. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner, dan uji statistik yang digunakan merupakan Product Moment (Pearson). Proses pengolahan data dilakukan menggunakan SPSS dan Microsoft Excel 2019. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara postur duduk dan keluhan muskuloskeletal, dengan nilai koefisien korelasi 0,429 dan tingkat signifikansi (2‑tailed) sebesar 0,004 < 0,05. Sebaliknya, terdapat hubungan yang signifikan (Sig. (2‑tailed) = 0,002 < 0,05) dan nilai koefisien korelasi (0,460) antara durasi duduk dan masalah muskuloskeletal. Hasil ini menunjukkan arah hubungan antara ketiga variabel. Masalah muskuloskeletal memiliki korelasi dengan postur duduk dan durasi waktu duduk. Pada mahasiswa TBD angkatan 7, keluhan muskuloskeletal meningkat seiring dengan lamanya waktu duduk dan postur yang diadopsi selama aktivitas tersebut.

Dari 44 responden, 81,8% memiliki sikap duduk tidak ergonomis, duduk dengan durasi singkat 88,6%, dan 95,5% tidak mengalami gangguan muskuloskeletal.Terdapat korelasi signifikan antara durasi duduk dengan keluhan muskuloskeletal (0,460) dan sikap duduk dengan keluhan muskuloskeletal (0,429).

Sehubungan dengan data responden yang mayoritas menggunakan postur duduk tidak ergonomis, penelitian lanjutan dapat memfokuskan pada intervensi ergonomi berbasis teknologi, seperti pemantauan postur real‑time menggunakan sensor dipasang di kursi atau papan kerja, untuk mengevaluasi pengurangan keluhan muskuloskeletal. Selain itu, studi longitudinal yang mencakup periode semester penuh dapat memperlihatkan dampak kumulatif durasi duduk pada kesehatan muskuloskeletal, sekaligus mempertimbangkan aktivitas fisik reguler sebagai variabel moderasi. Penelitian ekspansi lainnya dapat meneliti efek wellness program, termasuk peregangan dan pemberian istirahat singkat, dalam mengurangi prevalensi keluhan muskuloskeletal di kalangan mahasiswa praktikum, serta menilai kepatuhan terhadap kebijakan ergonomi yang telah diberlakukan di laboratorium.

  1. Korelasi Sikap Duduk dan Durasi Duduk dengan Masalah Muskuloskeletal Pada Mahasiswa TBD Angkatan 7 |... journal.scitechgrup.com/index.php/jrski/article/view/269Korelasi Sikap Duduk dan Durasi Duduk dengan Masalah Muskuloskeletal Pada Mahasiswa TBD Angkatan 7 journal scitechgrup index php jrski article view 269
  2. HUBUNGAN POSISI DUDUK DENGAN KEJADIAN LOW BACK PAIN (LBP) PADA PEGAWAI STIKES | Anggraika | Jurnal 'Aisyiyah... jurnal.stikes-aisyiyah-palembang.ac.id/index.php/JAM/article/view/227HUBUNGAN POSISI DUDUK DENGAN KEJADIAN LOW BACK PAIN LBP PADA PEGAWAI STIKES Anggraika Jurnal Aisyiyah jurnal stikes aisyiyah palembang ac index php JAM article view 227
Read online
File size253.6 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test