IAIN PONOROGOIAIN PONOROGO

QAULAN: Journal of Islamic CommunicationQAULAN: Journal of Islamic Communication

Organisasi profesi seperti Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) menjadi wadah krusial bagi para jurnalis untuk membangun solidaritas dan identitas kolektif di tengah lanskap media yang dinamis. Penelitian ini mengkaji fenomena komunikasi kelompok di dalam PWI Banyumas, sebuah komunitas yang anggotanya berasal dari berbagai institusi media dan mengandalkan interaksi virtual maupun tatap muka. Meningkatnya penggunaan platform digital seperti grup WhatsApp dan Zoom dalam komunikasi sehari-hari memunculkan dinamika unik yang menarik untuk dianalisis melalui Teori Konvergensi Simbolik. Komunikasi yang dilakukan secara komunikasi virtual adanya beberapa hambatan komunikasi kelompoknya dan konvergensi simbolik yang dianalisis dalam penelitian ini. Tujuan jurnal ini yaitu untuk menjelaskan konvergensi simbolik dalam komunikasi kelompok Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Banyumas. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan deskripsi kualitatif dengan objek penelitian kelompok PWI Banyumas, tekniks pengumpulan data penelitian ini melalui observasi chat group dan interaksi langsung. Berdasarkan hasil penelitian ini ditemukan bahwa Tema fantasi dalam kelompok PWI Banyumas ini melalui mendiskusikan berita dan berita apa yang ingin ditulis, serta lelucon yang membuat tiap anggota merasa dianggap dan nyaman, sehingga perbincangan menjadi solid dan adanya pengulangan dalam interaksinya. Wartawan yang tergabung memiliki tujuan untuk membangun kohesivitas yang memiliki tanggung jawab dalam status dan perannya dalam kelompok PWI Banyumas.

Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa terdapat beberapa hambatan komunikasi dan konvergensi simbolik dalam kelompok komunikasi PWI Banyumas, baik secara langsung maupun virtual.Interaksi dalam kelompok komunikasi PWI Banyumas juga mencakup komunikasi verbal dan nonverbal melalui platform WhatsApp dan Instagram @pwi_banyumas.Berdasarkan asumsi konvergensi simbolik, realitas dibentuk melalui komunikasi, yaitu dengan membahas berita yang akan ditulis oleh setiap jurnalis.Melalui tahapan pembentukan kelompok, Uji Kompetensi Jurnalis (UKW), dan orientasi jurnalis, tema fantasi yang muncul dalam kelompok ini menciptakan rasa persatuan.Anggota merasa nyaman dan antusias terhadap nilai, sikap, dan tindakan rekan-rekannya.Kohesivitas kelompok sangat bermanfaat bagi anggota kelompok, tugas-tugas dilaksanakan secara sukarela oleh individu.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi bagaimana dinamika komunikasi virtual dalam PWI Banyumas memengaruhi kualitas berita yang dihasilkan, dengan fokus pada analisis isi berita dan dampaknya terhadap persepsi publik. Hal ini penting untuk memahami apakah interaksi virtual yang intensif dapat meningkatkan kreativitas dan akurasi pelaporan, atau justru menimbulkan bias dan disinformasi. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk menginvestigasi peran kepemimpinan dalam memfasilitasi konvergensi simbolik dalam kelompok PWI Banyumas. Dengan memahami gaya kepemimpinan yang efektif dalam membangun rasa kebersamaan dan tujuan bersama, PWI dapat meningkatkan kinerja dan soliditas anggotanya. Ketiga, penelitian dapat mengkaji bagaimana PWI Banyumas dapat memanfaatkan platform media sosial secara strategis untuk memperkuat citra organisasi dan menjangkau audiens yang lebih luas. Hal ini melibatkan analisis konten media sosial, strategi interaksi dengan audiens, dan pengukuran dampak terhadap reputasi PWI Banyumas. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan PWI Banyumas dapat terus beradaptasi dengan perubahan lanskap media, meningkatkan kualitas komunikasi, dan memperkuat peran sebagai wadah solidaritas dan profesionalisme jurnalis.

Read online
File size991.37 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test