UIRUIR

Journal of Research and Education ChemistryJournal of Research and Education Chemistry

Kualitas air dapat diketahui dengan melakukan pengujian tertentu terhadap air tersebut. Pengujian yang biasa dilakukan adalah pengujian kualitas fisika, kimia, dan biologi. Dalam penelitian ini, pengujian yang dilakukan berupa pengujian kualitas fisika yaitu dengan mengukur warna, suhu, dan TDS. Penentuan warna sampel air dilakukan secara langsung melalui pengamatan menggunakan indera penglihatan, sedangkan untuk pengukuran suhu dan TDS sampel air menggunakan alat berupa thermometer dan TDS-meter. Sampel air yang digunakan dalam penelitian ini diambil dari 5 kelurahan yang terdapat di Kecamatan Dumai Timur, yaitu Kelurahan Bukit Batrem, Kelurahan Buluh Kasap, Kelurahan Jaya Mukti, Kelurahan Tanjung Palas, dan Kelurahan Teluk Binjai. Sampel air diambil dari sumur-sumur rumah warga yang dipilih secara acak, dimana pada masing-masing kelurahan diambil 5 sampel. Sampel air tersebut diperiksa kualitasnya yang didasarkan pada baku mutu Menteri Kesehatan dalam Peraturan Menteri Kesehatan No : 416/MEN.KES/PER/IX/1990. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semua sampel air yang terdapat di Kecamatan Dumai Timur tidak layak secara parameter fisika, karena sampel air tersebut berwarna, dimana berdasarkan baku mutu, air dikatakan layak jika tidak berbau, berwarna, dan berasa.

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa sampel air sumur yang terdapat di Kecamatan Dumai Timur masih tidak layak untuk digunakan baik sebagai air bersih maupun air minum.Air-air ini jika tetap dikonsumsi akan memberikan efek negatif terhadap manusia.Air yang memiliki warna keruh bahkan cokelat ini dapat meninggalkan bekas noda yang dapat merusak estetika.

Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menganalisis parameter kimia air sumur di Kecamatan Dumai Timur secara komprehensif, termasuk kandungan logam berat dan zat organik berbahaya lainnya, guna memberikan gambaran yang lebih lengkap mengenai kualitas air yang digunakan oleh masyarakat. Selain itu, studi mengenai efektivitas berbagai metode pengolahan air sederhana, seperti filtrasi pasir atau penggunaan karbon aktif, perlu dilakukan untuk mencari solusi praktis dan terjangkau bagi masyarakat dalam meningkatkan kualitas air sumur mereka. Terakhir, penelitian yang berfokus pada hubungan antara kondisi sanitasi lingkungan sekitar sumur dengan kualitas air, termasuk pengelolaan limbah domestik dan industri, dapat memberikan informasi penting untuk merumuskan strategi pencegahan pencemaran air yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Read online
File size567.57 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test