POLIMEDIAPOLIMEDIA

Jurnal Ilmiah PublipreneurJurnal Ilmiah Publipreneur

Manusia adalah mahluk yang mampu bergerak dan berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Jauh sebelum roda ditemukan sebagai bagian dari alat transportasi manusia sudah menggunakan hewan dan ternaknya seperti kuda, sapi, onta bahkan gajah sebagai alat transportasinya. Selain sebagai alat mempercepat dan memperingankan waktu perjalanan hewan-hewan tersebut adakalanya disematkan beban dari hewan penunggangnya. Seiring perkembangan jaman dari masa-kemasa hingga akhirnya kendaraan bermotor ditemukan makan jarak perpindahan manusia dan barang semakin jauh, banyak dan cepat. Manusia dapat bergerak dengan leluasa dengan sarana dan fasilitas jalan yang memadai saat ini. Hampir semua orang saat ini mampu membeli kendaraan dari sepeda hingga pesawat tergantung kemampuan dan kebutuhan dari masing-masing individu tersebut. Perpindahan atau mobilisasi hakekatnya bukan hanya manusia saja tapi juga barang. Barang berpindah jelas memerlukan bantuan transportasi dan manusia sebagai pelakunya serta ditunjang kemudahan sarana dan prasaranan jalan. Setiap kendaraan yang diciptakan memiliki spesifikasi dan khususannya masing-masing. Melihat kecenderungan di Indonesia hal yang berhubungan dengan fungsi transportasi dan kedisiplinan seringkali dilanggar maka penulis sekaligus fotografer dalam penelitian ini tertarik untuk mengangkat tema overload, yaitu potret transportasi khususnya angkutan barang di Indonesia yang seringkali terlihat membawa beban berlebih atau over capacity dalam karya fotografi jalanan/Street Photography.

Penelitian ini menghasilkan serangkaian potret transportasi angkutan barang di Indonesia yang seringkali terlihat membawa beban berlebih atau overload.Kondisi ini mencerminkan kurangnya kesadaran akan keselamatan dan peraturan lalu lintas, serta eksploitasi moda transportasi untuk efisiensi ekonomi.Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan refleksi bagi masyarakat dan pemerintah untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya keselamatan dan ketertiban dalam transportasi barang, serta mendorong penegakan hukum yang lebih tegas terhadap pelanggaran.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis dampak psikologis dan sosial dari fenomena overload terhadap pengemudi dan masyarakat sekitar. Kedua, penelitian dapat mengkaji efektivitas berbagai strategi penegakan hukum dan edukasi dalam mengurangi praktik overload pada angkutan barang. Ketiga, penelitian dapat mengeksplorasi potensi penggunaan teknologi, seperti sensor beban dan sistem pemantauan GPS, untuk mendeteksi dan mencegah praktik overload secara otomatis. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang lebih komprehensif tentang fenomena overload dan solusi yang efektif untuk mengatasinya, sehingga dapat meningkatkan keselamatan, efisiensi, dan keberlanjutan sistem transportasi barang di Indonesia.

Read online
File size279.48 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test