UWGUWG

Bulletin of Management and BusinessBulletin of Management and Business

Penelitian ini menguji peran mediasi Digital Enablement dalam hubungan antara Technology Adoption Readiness dan Employees Intentional Digital Readiness dalam transformasi digital organisasi. Penelitian dilakukan di PT Pegadaian Blimbing Branch, Malang City, menggunakan pendekatan survei kuantitatif yang melibatkan 33 karyawan yang dipilih melalui metode sensus. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Technology Adoption Readiness tidak secara langsung memengaruhi Employees Intentional Digital Readiness, tetapi secara signifikan memengaruhi Digital Enablement, yang selanjutnya memiliki efek positif yang signifikan terhadap Employees Intentional Digital Readiness, mengkonfirmasi efek mediasi penuh. Temuan ini menyoroti bahwa kesiapan teknologi individu saja tidaklah cukup tanpa dukungan infrastruktur digital organisasi, pelatihan terstruktur, dan dukungan manajerial. Penelitian ini berkontribusi dengan secara empiris mengkonfirmasi Digital Enablement sebagai mekanisme kunci yang menghubungkan kesiapan teknologi individu dan perilaku kerja digital di sektor keuangan non-bank Indonesia, memberikan wawasan praktis untuk memperkuat kesiapan digital karyawan melalui sistem dukungan digital terintegrasi.

Berdasarkan temuan empiris, penelitian ini menyimpulkan bahwa Technology Adoption Readiness memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Digital Enablement, yang menunjukkan bahwa kesiapan psikologis karyawan untuk mengadopsi teknologi memperkuat persepsi mereka terhadap dukungan digital organisasi.Selain itu, Digital Enablement secara signifikan memengaruhi Employees Intentional Digital Readiness, yang menyoroti bahwa kesiapan digital karyawan sangat dipengaruhi oleh dukungan organisasi dalam bentuk sistem digital, pelatihan berkelanjutan, dan dukungan manajerial.Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan pentingnya Digital Enablement sebagai mekanisme mediasi yang menghubungkan Technology Adoption Readiness dan Employees Intentional Digital Readiness.

Berdasarkan temuan penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat memperluas cakupan variabel dengan memasukkan faktor-faktor organisasi lain seperti budaya organisasi, fleksibilitas kerja, gaya kepemimpinan, dan kebijakan manajerial yang dapat memengaruhi kesiapan digital karyawan. Kedua, penelitian dapat menggunakan desain longitudinal dan metode penelitian campuran untuk menangkap perubahan kesiapan digital dari waktu ke waktu dan memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang pengalaman karyawan. Ketiga, penelitian dapat melibatkan sampel yang lebih besar dan beragam untuk meningkatkan generalisasi temuan. Dengan menggabungkan saran-saran ini, penelitian selanjutnya dapat memberikan wawasan yang lebih komprehensif tentang kompleksitas kesiapan digital karyawan dalam konteks transformasi digital organisasi.

  1. Technology, Demographic Characteristics and E-Learning Acceptance: A Conceptual Model Based on Extended... doi.org/10.5539/hes.v6n3p72Technology Demographic Characteristics and E Learning Acceptance A Conceptual Model Based on Extended doi 10 5539 hes v6n3p72
  2. Understanding adoption of new technologies: Technology readiness and technology acceptance as an integrated... doi.org/10.5334/jeps.aqUnderstanding adoption of new technologies Technology readiness and technology acceptance as an integrated doi 10 5334 jeps aq
Read online
File size469.07 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test