UNUHAUNUHA

Jurnal Abdi DharmaJurnal Abdi Dharma

Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan jamaah Masjid Desa Sriwangi melalui pendampingan dalam penyampaian khutbah Jumat yang edukatif dan mengintegrasikan kearifan lokal. Metode pelaksanaan meliputi pelatihan bagi para Khatib, pendampingan penyusunan materi khutbah, serta implementasi dan evaluasi khutbah. Pelatihan berfokus pada teknik komunikasi efektif dan integrasi nilai-nilai kearifan lokal Sunda seperti silih asah, silih asih, silih asuh (saling mengasah, mengasihi, dan mengasuh) ke dalam pesan keagamaan. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pemahaman dan keterampilan para Khatib. Survei kepuasan jamaah juga menunjukkan respon yang sangat positif, dengan 92% jamaah menyatakan materi khutbah menjadi lebih relevan dengan kehidupan sehari-hari dan mudah dipahami. Program ini tidak hanya memperkuat peran masjid sebagai pusat peradaban tetapi juga melestarikan nilai-nilai luhur budaya lokal yang selaras dengan ajaran Islam. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa pendekatan khutbah berbasis kearifan lokal efektif dalam meningkatkan pemahaman keagamaan masyarakat dan memperkuat identitas budaya.

Program pendampingan penyusunan khutbah Jumat berbasis kearifan lokal bagi para Khatib di Desa Sriwangi telah terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas khutbah dan keterlibatan jamaah.Integrasi antara nilai-nilai Islam dengan kearifan lokal Sunda berhasil membuat pesan dakwah menjadi lebih relevan, mudah dipahami, dan aplikatif dalam kehidupan sehari-hari.Untuk menjaga keberlanjutan, direkomendasikan agar takmir masjid membentuk forum rutin bagi para Khatib untuk berbagi pengalaman dan materi, serta mendokumentasikan materi khutbah berbasis kearifan lokal sebagai referensi bersama.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan studi mendalam mengenai efektivitas integrasi kearifan lokal dalam khutbah Jumat pada berbagai konteks sosial budaya lainnya di Indonesia, untuk mengidentifikasi model adaptasi yang paling sesuai. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan modul pelatihan yang lebih komprehensif dan interaktif, dengan melibatkan partisipasi aktif jamaah dalam proses penyusunan materi khutbah. Ketiga, penting untuk mengeksplorasi potensi pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi, seperti media sosial dan platform digital, sebagai sarana diseminasi khutbah berbasis kearifan lokal kepada khalayak yang lebih luas, sehingga pesan-pesan keagamaan dapat menjangkau generasi muda dan meningkatkan pemahaman agama secara inklusif.

Read online
File size139.79 KB
Pages4
DMCAReport

Related /

ads-block-test