UNRAMUNRAM

Indonesian Journal of Fisheries Community Empowerment (Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia)Indonesian Journal of Fisheries Community Empowerment (Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia)

Penelitian ini bertujuan untuk merancang metode pembayaran tiket menggunakan aplikasi QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) dan digitalisasi informasi konservasi penyu di Konservasi Penyu Pangumbahan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi kasus, yang melibatkan observasi langsung dan wawancara mendalam dengan pengelola konservasi, staf administrasi, dan pengunjung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan QRIS dapat meningkatkan efisiensi transaksi pembayaran tiket, mengurangi antrian, dan memberikan kenyamanan bagi pengunjung. Selain itu, digitalisasi informasi melalui QR Code memungkinkan pengunjung untuk mengakses informasi terkait upaya pelestarian konservasi penyu dengan lebih mudah. Namun, penelitian ini juga mengidentifikasi beberapa tantangan, seperti ketidakstabilan jaringan internet dan preferensi wisatawan yang masih cenderung memilih pembayaran tunai. Untuk mengatasi hambatan ini, disarankan agar pengelola konservasi meningkatkan infrastruktur jaringan, memberikan pelatihan kepada staf, serta melakukan sosialisasi dan edukasi kepada wisatawan mengenai penggunaan QRIS. Pemberian insentif bagi wisatawan yang menggunakan QRIS juga dapat membantu. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap pengelolaan konservasi penyu dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pelestarian konservasi penyu yang terancam punah. Integrasi teknologi digital dalam pengelolaan konservasi diharapkan dapat menciptakan sistem yang lebih efisien dan efektif dalam mendukung upaya pelestarian penyu di Indonesia.

Penelitian ini berhasil merancang dan mengimplementasikan metode pembayaran tiket menggunakan aplikasi QRIS di Konservasi Penyu Pangumbahan, yang dapat meningkatkan efisiensi, mengurangi antrian, dan memberikan kenyamanan bagi wisatawan.Digitalisasi informasi konservasi penyu melalui QR Code juga memudahkan pengunjung mengakses informasi pelestarian.Namun, terdapat hambatan seperti ketidakstabilan jaringan internet dan preferensi wisatawan terhadap pembayaran tunai, sehingga diperlukan peningkatan infrastruktur dan edukasi kepada masyarakat.

Pertama, perlu dilakukan penelitian tentang efektivitas sistem offline QRIS dalam kondisi jaringan internet yang tidak stabil, untuk memastikan transaksi tetap dapat berjalan lancar di lokasi terpencil seperti konservasi penyu. Kedua, penting untuk mengkaji dampak sosial dan perubahan perilaku wisatawan setelah mendapatkan edukasi intensif tentang QRIS dan digitalisasi informasi konservasi, guna mengetahui sejauh mana pengetahuan baru ini mengubah preferensi pembayaran dan partisipasi dalam konservasi. Ketiga, perlu dikembangkan studi mengenai integrasi sistem pembayaran QRIS dengan program loyalitas digital yang memberikan reward berbasis pencapaian konservasi, seperti donasi otomatis atau pengakuan sebagai pelindung penyu, untuk meningkatkan keterlibatan jangka panjang wisatawan. Penelitian-penelitian ini dapat saling melengkapi dengan saran dalam paper, terutama dalam memperkuat aspek teknis, edukatif, dan motivasi pengguna. Dengan pendekatan yang komprehensif, diharapkan implementasi teknologi digital tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga menciptakan dampak konservasi yang lebih dalam dan berkelanjutan.

Read online
File size593.13 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test