STAI ALISTAI ALI

Efada : Jurnal Pengabdian MasyarakatEfada : Jurnal Pengabdian Masyarakat

Dalam konteks kehidupan masyarakat Indonesia, tradisi seni baca Al‑Quran berkembang dan tersosialisasi secara luas di tengah masyarakat. Banyak lembaga formal maupun non formal yang didirikan khusus untuk mempelajari seni baca Al‑Quran. Namun, pada kenyataannya masih belum mampu memenuhi tujuan utama dari pendidikan seni baca Al‑Quran itu sendiri. Masih ditemukan beberapa daerah yang sebagian penduduknya belum mempunyai kemampuan seni baca Al‑Quran yang mumpuni disebabkan kurangnya minat dan motivasi untuk belajar seni baca Al‑Quran. Salah satu daerah yang masih tergolong rendah motivasi belajar seni baca Al‑Quran adalah desa Keraskulon kecamatan Gerih Kabupaten Ngawi. Hal ini diketahui dari hasil observasi yang menunjukkan bahwa problematika pembelajaran seni baca Al‑Quran masih belum teratasi dengan baik di desa tersebut, sehingga diperlukan adanya program pendampingan dalam pembinaan seni baca Al‑Quran menggunakan metode PAR Quran. Pendampingan (Participatory Action Research) dengan beberapa tahapan yaitu koordinasi dengan kepala desa, koordinasi dengan mitra pengabdian, sosialisasi program, pembinaan, pelatihan, dan evaluasi hasil binaan. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa antusias masyarakat sangat tinggi dan terdapat kemajuan intelektual di masyarakat khususnya di bidang pendidikan seni baca Al‑Quran.

Program pendampingan dalam pemberdayaan masyarakat melalui pembinaan seni baca Al‑Quran yang dilaksanakan di masjid Jami Al Idris Dusun Tejo, Desa Keraskulon, Kecamatan Gerih, Kabupaten Ngawi sangat direkomendasikan, karena terbukti dapat memajukan masyarakat dengan adanya kelompok hasil binaan yang dibentuk.Antusiasme masyarakat tinggi, keterlibatan aktif, peningkatan kemampuan membaca Al‑Quran, serta kemandirian dan keberlanjutan program menunjukkan keberhasilan intervensi ini.

Pertama, perlu diteliti bagaimana penerapan metode PAR dapat diintegrasikan dengan teknologi digital, misalnya melalui aplikasi pembelajaran seni baca Al‑Quran, sehingga partisipasi dan motivasi masyarakat bisa tetap dijaga walaupun jarak fisik terbatas. Kedua, disarankan untuk mengeksplorasi kolaborasi sekolah dan lembaga keagamaan dalam menyusun program pelatihan bertahap, guna memperkuat pemahaman dasar tajwid dan nagham sejak dini sehingga generasi muda dapat meneladani kualitas tilawah yang baik. Ketiga, penelitian lanjutan dapat difokuskan pada penerapan model pembentukan kelompok hasil binaan sebagai unit mandiri, dengan mengukur dampak jangka panjang terhadap pencapaian kualitas ilmu dan nilai moral masyarakat di Desa Keraskulon. Penelitian masing‑masing ini dirancang agar dapat mengoptimalkan efektivitas dan keberlanjutan program pemberdayaan melalui seni baca Al‑Quran.

  1. Urgensi Pendidikan Al-Qur’an: Kajian Problematika Ketidakmampuan Membaca Al-Qur’an Dan Solusinya... doi.org/10.56921/jumper.v2i1.73Urgensi Pendidikan Al QurAoan Kajian Problematika Ketidakmampuan Membaca Al QurAoan Dan Solusinya doi 10 56921 jumper v2i1 73
  2. Pemberdayaan Masyarakat melalui Pembinaan Seni Baca Al-Qur’an di Desa Keraskulon, Kecamatan Gerih,... doi.org/10.54214/efada.Vol2.Iss02.939Pemberdayaan Masyarakat melalui Pembinaan Seni Baca Al QurAoan di Desa Keraskulon Kecamatan Gerih doi 10 54214 efada Vol2 Iss02 939
Read online
File size887.19 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test