UNARSUNARS
FENOMENAFENOMENAUndang-Undang No. 11 tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA) telah memberikan perlindungan terhadap anak yang berhadapan dengan hukum sejak proses awal penanganannya sampai pada pelaksanaan hukuman. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa menurut UU No. 11 tahun 2012, perlindungan terhadap anak yang berhadapan dengan hukum melalui beragam bentuk. Anak Berhadapan Hukum (ABH) dibagi atas 3 klasifikasi yaitu sebagai Anak Pelaku, Anak Korban dan Anak saksi. Selain itu dalam penanganannya Anak berhadapan hukum harus dibedakan dari orang dewasa pada setiap tingkatan proses, baik itu dari mulai penyelidikkan, penyidikkan maupun saat litigasi. Selain itu, setiap pelaksanaan proses Anak wajib didampingi oleh pendamping. Pada aturan yang baru ini juga mengenalkan dan menekankan diversi, yaitu aspek non litigasi dalam menyelesaikan perkara. Pada proses diversi, penyelesaian kasus diupayakan sebisa mungkin di luar peradilan.
Standar internasional sistem peradilan pidana anak yang telah diratifikasi dalam UU peradilan anak pada prinsipnya ditujukan untuk mendorong kekhususan praktik-praktik peradilan pidana anak dan mengembangkan sistem peradilan pidana yang berbeda sehingga perlakuan terhadap anak yang berhadapan dengan hukum sesuai dengan usia dan tingkat kematangannya.Hal ini dikarenakan terdapatnya kesenjangan tingkat kematangan antara orang dewasa dengan anak, baik secara moral, kognitif, psikologis, dan emosional.Oleh karenanya, dalam membangun sistem peradilan anak semestinya berperspektif bahwa anak yang berhadapan dengan hukum pada dasarnya merupakan korban, meskipun anak tersebut telah melakukan tindak pidana.
Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk melakukan studi lebih lanjut tentang implementasi sistem peradilan pidana anak yang adil dan ramah terhadap anak, dengan fokus pada pencegahan dan pendekatan keadilan restoratif. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana sistem peradilan pidana anak dapat memberikan perlindungan yang lebih efektif bagi anak-anak yang berhadapan dengan hukum, serta bagaimana upaya diversi dapat diterapkan secara optimal dalam menyelesaikan kasus-kasus anak. Selain itu, penelitian lanjutan juga dapat mengevaluasi efektivitas sistem peradilan pidana anak dalam memberikan perlindungan khusus bagi anak-anak yang rentan, seperti anak korban atau saksi tindak pidana. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan sistem peradilan pidana anak yang lebih komprehensif dan efektif di Indonesia.
| File size | 413.59 KB |
| Pages | 26 |
| DMCA | Report |
Related /
UAIUAI Sumber data yang digunakan yakni film Boy From Heaven karya Tarek Saleh. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa negara melakukan intervensi melalui pengawasan,Sumber data yang digunakan yakni film Boy From Heaven karya Tarek Saleh. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa negara melakukan intervensi melalui pengawasan,
UAIUAI Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan makna simbolik topeng serta konteks sosial dalam Tari Topeng Malangan Indonesia dan Tari BiànPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan makna simbolik topeng serta konteks sosial dalam Tari Topeng Malangan Indonesia dan Tari Biàn
STIAPEMBANGUNANPALUSTIAPEMBANGUNANPALU Penelitian ini berfokus pada lima dimensi kualitas pelayanan, yaitu responsiveness, assurance, tangible, empathy, dan reliability. Penelitian ini menggunakanPenelitian ini berfokus pada lima dimensi kualitas pelayanan, yaitu responsiveness, assurance, tangible, empathy, dan reliability. Penelitian ini menggunakan
STKIPKUSUMANEGARASTKIPKUSUMANEGARA Kesimpulan ini sejalan dengan temuan lapangan dan literatur bahwa metode bermain sangat cocok untuk pendidikan kebencanaan anak usia dini karena mampuKesimpulan ini sejalan dengan temuan lapangan dan literatur bahwa metode bermain sangat cocok untuk pendidikan kebencanaan anak usia dini karena mampu
UNSURUNSUR Penelitian sebelumnya menunjukkan kekurangan dalam perlindungan kebudayaan, sehingga tinjauan mengenai perlindungan hukum Situs Cagar Budaya di IndonesiaPenelitian sebelumnya menunjukkan kekurangan dalam perlindungan kebudayaan, sehingga tinjauan mengenai perlindungan hukum Situs Cagar Budaya di Indonesia
UNSURUNSUR Upacara adat labuh saji adalah salah satu upacara yang sudah merupakan kewajiban bagi masyarakat adat di Palabuhanratu yang pasti dilaksanakan setiap tahunUpacara adat labuh saji adalah salah satu upacara yang sudah merupakan kewajiban bagi masyarakat adat di Palabuhanratu yang pasti dilaksanakan setiap tahun
WESTSCIENCESWESTSCIENCES Perwujudan Profil Pelajar Pancasila pada Pendidikan Abad ke-21 sudah berjalan sebagaimana mestinya di SMA Negeri 1 Palembang. Hal itu terlihat pada keseharianPerwujudan Profil Pelajar Pancasila pada Pendidikan Abad ke-21 sudah berjalan sebagaimana mestinya di SMA Negeri 1 Palembang. Hal itu terlihat pada keseharian
4141 Indonesia menerapkan sistem kodifikasi terhadap hukum Islam, melalui jalur kompilasi, meskipun terdapat perbedaan pemahaman di kalangan ahli hukum mengenaiIndonesia menerapkan sistem kodifikasi terhadap hukum Islam, melalui jalur kompilasi, meskipun terdapat perbedaan pemahaman di kalangan ahli hukum mengenai
Useful /
PUBLICATION CENTERPUBLICATION CENTER Mind map menyediakan alat praktis bagi pendidik dan perancang pembelajaran untuk menyelaraskan pengalaman pembelajaran berbasis game dengan berbagai tujuanMind map menyediakan alat praktis bagi pendidik dan perancang pembelajaran untuk menyelaraskan pengalaman pembelajaran berbasis game dengan berbagai tujuan
UAIUAI Implikasi, organisasi perlu memperkuat komunikasi internal yang terbuka dan budaya kerja yang adaptif untuk menciptakan perilaku inovatif di lingkunganImplikasi, organisasi perlu memperkuat komunikasi internal yang terbuka dan budaya kerja yang adaptif untuk menciptakan perilaku inovatif di lingkungan
UAIUAI Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan prinsip pedagogi sosial di UPTD PPA Kota Semarang dalam pendampingan anak korban kekerasan seksual. HasilPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan prinsip pedagogi sosial di UPTD PPA Kota Semarang dalam pendampingan anak korban kekerasan seksual. Hasil
UAIUAI Anak usia dini berada pada tahap perkembangan praoperasional sehingga proses pembelajaran perlu dirancang dengan mengedepankan pengalaman belajar yangAnak usia dini berada pada tahap perkembangan praoperasional sehingga proses pembelajaran perlu dirancang dengan mengedepankan pengalaman belajar yang