UNIVMEDUNIVMED

Universa MedicinaUniversa Medicina

Peningkatan usia dan penurunan kadar hormon testosteron pada laki-laki akan mempengaruhi kekuatan dan massa otot terutama otot rangka. Penurunan fungsi paru akibat pengurangan massa dan kekuatan otot pernapasan belum banyak diketahui. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan hubungan antara indeks testosteron dan fungsi paru pada laki-laki berusia antara 40 sampai 80 tahun. Penelitian ini menggunakan desain potong lintang mengikut sertakan 167 laki-laki yang berusia antara 40 sampai 80 tahun di Kecamatan Cilandak Jakarta Selatan. Pemeriksaan kadar testosteron total dilakukan dengan electrochemiluminescence immunoassay (Eclia) dengan Roche Elecsys Reagen Kit Cat 11776061. Sex hormone-binding globulin (SHBG) diukur dengan metode Eclia dengan reagen elecsys 2010 (Calos e601). Indeks testosteron bebas (ITB) dihitung berdasarkan kadar testosteron bebas/SHBG x 100%. Volume ekspirasi paksa satu detik pertama (VEP1) diperiksa dengan memakai spirometer AS 500. Usia rata-rata subjek adalah 53,32 ± 8,26 tahun, kadar testosteron total serum rata-rata adalah 532,59 ± 206,92 ng/dL, kadar SHBG rata-rata adalah 41,26 ± 21,14 nmol/L, nilai ITB rata-rata adalah 48,22 ± 14,34 %, dan VEP1 rata-rata adalah 1,63 ± 0,54 L. Terdapat hubungan bermakna antara kadar SHBG dan ITB dengan VEP1 dengan koefisien korelasi Pearson masing-masing sebesar -0,199 (p=0,010) dan 0,271 (p=0,000). Analisis regresi ganda linier menunjukkan ITB yang paling berpengaruh terhadap fungsi paru (VEP1), semakin tinggi nilai ITB semakin tinggi VEP1 (â=0,008: p=0,004).

Pada laki-laki yang berusia antara 40-80 tahun, peningkatan ITB akan meningkatkan fungsi paru yang diukur dengan menggunakan VEP1.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa indeks testosteron bebas (FTI) memiliki pengaruh signifikan terhadap fungsi paru.Peningkatan FTI berkorelasi positif dengan peningkatan volume ekspirasi paksa satu detik (VEP1), yang mengindikasikan perbaikan fungsi paru.Oleh karena itu, pemantauan dan pengelolaan kadar testosteron pada pria dewasa dapat menjadi strategi penting untuk menjaga kesehatan pernapasan.

Berdasarkan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan untuk memperdalam pemahaman mengenai hubungan antara testosteron dan fungsi paru. Pertama, penelitian longitudinal diperlukan untuk mengkonfirmasi hubungan kausal antara perubahan kadar testosteron dan perubahan fungsi paru seiring waktu, serta untuk mengidentifikasi faktor-faktor lain yang mungkin memengaruhi hubungan ini. Kedua, penelitian lebih lanjut dapat mengeksplorasi mekanisme biologis yang mendasari hubungan antara testosteron dan fungsi paru, misalnya dengan menginvestigasi peran reseptor androgen pada otot pernapasan. Ketiga, penelitian intervensi yang melibatkan pemberian suplemen testosteron pada pria dengan fungsi paru menurun dapat dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas intervensi tersebut dalam meningkatkan fungsi paru dan kualitas hidup.

Read online
File size38.38 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test