STIKESMAYAPADASTIKESMAYAPADA

Nursing Journal: Jurnal Keperawatan MayapadaNursing Journal: Jurnal Keperawatan Mayapada

Pendahuluan: Dismenore merupakan kondisi umum yang dialami remaja putri dan dapat berdampak signifikan terhadap kualitas hidup mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan dengan skala nyeri dismenore pada remaja putri di SMK Kesehatan Mulia Karya Husada Jakarta Selatan tahun 2024. Metodologi: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel terdiri dari 100 remaja putri yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner untuk mengukur tingkat pengetahuan dan skala nyeri dismenore. Analisis data menggunakan uji korelasi Kendalls tau-b. Hasil Analisa Data: Mayoritas responden berusia 16 tahun (70%). Tingkat pengetahuan responden didominasi kategori cukup (63%), diikuti baik (25%), dan kurang (12%). Skala nyeri dismenore mayoritas berada pada kategori nyeri sedang (68%). Analisis korelasi Kendalls tau-b menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dan skala nyeri dismenore (r = 0,013, p = 0,892). Kesimpulan dan Saran: Penelitian ini menyimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan skala nyeri dismenore pada remaja putri. Temuan ini menekankan kompleksitas dismenore yang dipengaruhi oleh berbagai faktor di luar tingkat pengetahuan. Disarankan untuk mengembangkan program edukasi berkelanjutan, menyediakan sumber informasi yang akurat, dan melakukan penelitian lanjutan untuk memahami faktor-faktor lain yang memengaruhi dismenore pada remaja putri.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan skala nyeri dismenore pada remaja putri.Temuan ini menggarisbawahi kompleksitas dismenore yang dipengaruhi oleh berbagai faktor selain tingkat pengetahuan.Oleh karena itu, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi faktor-faktor lain yang berkontribusi terhadap pengalaman nyeri dismenore pada remaja putri.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian kualitatif untuk menggali lebih dalam pengalaman remaja putri dalam menghadapi dismenore, termasuk persepsi mereka tentang nyeri, strategi koping yang digunakan, dan dukungan sosial yang mereka terima. Kedua, penelitian lebih lanjut dapat difokuskan pada identifikasi faktor-faktor lain yang mungkin berkontribusi terhadap intensitas nyeri dismenore, seperti faktor genetik, pola makan, tingkat aktivitas fisik, dan kondisi psikologis. Ketiga, penelitian intervensi perlu dilakukan untuk menguji efektivitas berbagai pendekatan dalam mengurangi nyeri dismenore, seperti terapi perilaku kognitif, latihan relaksasi, atau penggunaan obat-obatan herbal. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang dismenore pada remaja putri dan membantu mengembangkan strategi pencegahan dan penanganan yang lebih efektif. Dengan demikian, kualitas hidup remaja putri dapat ditingkatkan dan dampak negatif dismenore terhadap aktivitas sehari-hari dan prestasi akademik dapat diminimalkan.

Read online
File size273.17 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test