UNTADUNTAD

ANTRO: Antropologi Tadulako Research JournalANTRO: Antropologi Tadulako Research Journal

Masyarakat Toro mengajarkan anak-anaknya kebiasaan-kebiasaan yang telah diterapkan oleh orang tua terdahulu. Kebiasaan tersebut merupakan bagian dari kesadaran akan pentingnya adat bagi kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan sejarah terbentuknya Sekolah Alam Tondo Lino Ngata Toro dan mengetahui proses pembelajaran di sekolah tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik purposive sampling terhadap lima informan, terdiri dari dua murid, satu penggagas, dan dua orang dewasa. Pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka, observasi, serta wawancara pendahuluan dan mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua memiliki peran penting dalam mengenalkan kebudayaan kepada anak-anak. Kebiasaan yang diterapkan oleh orang tua di Ngata Toro mencerminkan kesadaran terhadap pentingnya adab dalam kehidupan sehari-hari. Pendidikan di Sekolah Alam Tondo Lino Ngata Toro bertujuan untuk menjaga kearifan lokal, khususnya dalam hubungan manusia dengan Tuhan, manusia dengan manusia, serta manusia dengan alam.

Proses pembelajaran di alam terbuka membuat kegiatan belajar mengajar lebih menyenangkan dan mendorong antusiasme peserta didik.Siswa dapat melihat secara langsung berbagai aspek alam yang jarang diajarkan di sekolah dasar, termasuk tumbuhan dan hewan langka, sehingga pemahaman terhadap materi menjadi lebih mendalam.Aktivitas belajar di sungai sekitar sekolah memungkinkan peserta didik mempraktikkan langsung pelajaran dengan memanfaatkan kekayaan alam sebagai media pembelajaran, sehingga mempercepat proses pemahaman.

Pertama, perlu dilakukan penelitian tentang efektivitas model pendidikan berbasis kearifan lokal dibandingkan dengan pendidikan formal dalam membentuk karakter anak usia dini, untuk mengetahui apakah pendekatan ini lebih berhasil dalam menanamkan nilai-nilai budaya dan lingkungan. Kedua, penting untuk mengeksplorasi bagaimana teknologi modern, seperti gadget dan media digital, dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum Sekolah Alam tanpa mengikis nilai-nilai tradisional, melalui penelitian tentang desain pembelajaran hybrid yang memadukan alam dan teknologi. Ketiga, perlu dikaji bagaimana peran perempuan dan generasi muda dalam proses enkulturasi di masyarakat Ngata Toro, khususnya dalam konteks kepemimpinan dan pengambilan keputusan pendidikan, untuk memastikan keberlanjutan model pendidikan ini secara inklusif. Penelitian-penelitian ini akan melengkapi temuan saat ini dengan memberikan gambaran lebih luas mengenai keberlanjutan, adaptasi, dan partisipasi dalam pendidikan budaya berbasis komunitas. Dengan demikian, model Sekolah Alam dapat terus berkembang tanpa kehilangan esensi lokalnya. Studi tentang persepsi siswa setelah dewasa juga penting untuk melihat dampak jangka panjang. Selain itu, penting menyelidiki hubungan antara pendidikan alam dengan pelestarian lingkungan secara empiris. Kajian komparatif dengan sekolah alam lain di Indonesia juga dapat memberikan wawasan pengembangan. Semua saran ini bertujuan memperkuat relevansi dan ketahanan pendidikan berbasis budaya di tengah modernisasi.

Read online
File size134.54 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test