STMIKJAYAKARTASTMIKJAYAKARTA

Jurnal Manajamen Informatika JayakartaJurnal Manajamen Informatika Jayakarta

Pelayanan publik bagi penyandang disabilitas di Dinas Sosial Kota Lhokseumawe saat ini masih menghadapi kendala administratif akibat proses pengajuan bantuan yang dilakukan secara manual. Hal ini menimbulkan risiko kerusakan dokumen fisik dan ketidakefisienan waktu dalam proses verifikasi data. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun sistem informasi pengajuan bantuan berbasis web yang dapat memudahkan akses masyarakat serta mempercepat kinerja instansi. Metode pengembangan sistem yang digunakan adalah Waterfall, yang meliputi tahap analisis kebutuhan, perancangan sistem menggunakan Unified Modeling Language (UML), implementasi dengan framework Laravel dan basis data MySQL, serta pengujian sistem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem informasi ini mampu mengelola data pengajuan secara terpusat, menyediakan fitur unggah dokumen digital, dan memungkinkan pemantauan status pengajuan secara transparan. Berdasarkan pengujian Black Box, seluruh fungsi sistem berjalan dengan baik dan layak digunakan untuk mendukung digitalisasi pelayanan rehabilitasi sosial pada Dinas Sosial Kota Lhokseumawe.

Sistem informasi ini mampu mendigitalisasi proses pengajuan bantuan yang sebelumnya manual menjadi sistem berbasis web yang terintegrasi, sehingga pendokumentasian data menjadi lebih terstruktur.Pemohon dapat mengajukan bantuan dan memantau status secara mandiri tanpa harus datang ke kantor, yang mengatasi keterbatasan akses informasi.Admin juga dapat melakukan verifikasi dan pengelolaan dokumen secara lebih akurat, efisien, dan dengan risiko kesalahan administrasi yang lebih rendah.

Pertama, perlu dikembangkan penelitian tentang integrasi sistem informasi bantuan disabilitas dengan layanan notifikasi berbasis pesan instan atau email, agar pemohon secara otomatis mendapat pemberitahuan saat status pengajuan berubah, sehingga komunikasi antar pihak menjadi lebih cepat dan andal. Kedua, diperlukan penelitian lanjutan mengenai penerapan mekanisme keamanan data berlapis, seperti enkripsi end-to-end dan otentikasi dua faktor, untuk menilai efektivitasnya dalam melindungi data sensitif penyandang disabilitas dari akses tidak sah. Ketiga, perlu dilakukan studi tentang kemungkinan menghubungkan sistem ini dengan platform lintas instansi, seperti Dinas Kesehatan atau BPJS Ketenagakerjaan, untuk mengevaluasi potensi otomasi validasi data medis dan sosial secara real-time, sehingga proses verifikasi bisa lebih komprehensif tanpa perlu dokumen fisik tambahan.

  1. SISTEM INFORMASI PENGAJUAN BANTUAN PENYANDANG DISABILITAS BERBASIS WEB PADA DINAS SOSIAL KOTA LHOKSEUMAWE... doi.org/10.52362/jmijayakarta.v6i1.2267SISTEM INFORMASI PENGAJUAN BANTUAN PENYANDANG DISABILITAS BERBASIS WEB PADA DINAS SOSIAL KOTA LHOKSEUMAWE doi 10 52362 jmijayakarta v6i1 2267
Read online
File size1.46 MB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test