LLDIKTI12LLDIKTI12

KAMBOTI: Jurnal Sosial dan HumanioraKAMBOTI: Jurnal Sosial dan Humaniora

Masyarakat Indonesia dikenal sebagai masyarakat yang heterogen dalam berbagai aspek, seperti keberagaman etnik, agama, bahasa, dan adat istiadat. Kota Ambon, sebagai ibu kota Maluku, memiliki banyak tempat yang dapat ditinggali oleh masyarakat pendatang, salah satunya di Jalan Mutiara Halong Mardika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan bagaimana proses komunikasi antar budaya terjadi pada masyarakat Jawa di Kota Ambon. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan hambatan komunikasi yang sering dihadapi oleh masyarakat Jawa saat berinteraksi dengan masyarakat lokal, yaitu pertama, kesulitan dalam bahasa yang digunakan, karena masyarakat lokal masih banyak menggunakan Bahasa Melayu Ambon. Kedua, perbedaan cara berkomunikasi, di mana aksen dan intonasi yang terkesan kasar berbeda dengan cara berbicara masyarakat Jawa yang halus, sehingga mereka merasa takut untuk berkomunikasi dengan masyarakat lokal, serta perbedaan faktor pendukung budaya yang dapat menjadi hambatan dalam berkomunikasi. Namun, mereka mampu mengatasi hambatan tersebut dengan baik sehingga proses komunikasi berjalan lancar tanpa masalah antara masyarakat Jawa dan masyarakat lokal.

Berdasarkan pembahasan, interaksi antara pendatang etnis Jawa di Halong Mardika, Ambon, dengan masyarakat lokal berlangsung baik.Meskipun terdapat hambatan awal dalam komunikasi seperti perbedaan bahasa dan gaya bicara, hambatan tersebut dapat diatasi seiring waktu.Sikap terbuka dari masyarakat lokal membuat pendatang merasa diterima.Toleransi, empati, dan pikiran positif menjadi aspek penting dalam menjaga komunikasi yang harmonis antara kedua belah pihak.

Penelitian selanjutnya dapat difokuskan pada strategi adaptasi komunikasi yang lebih spesifik yang digunakan oleh masyarakat Jawa untuk mengatasi perbedaan budaya di Ambon, misalnya dengan meneliti peran media sosial atau organisasi komunitas dalam memfasilitasi komunikasi antarbudaya. Selain itu, penelitian dapat menggali lebih dalam mengenai dampak perbedaan gaya komunikasi terhadap pembentukan persepsi dan stereotip antara kedua kelompok masyarakat, serta bagaimana hal ini memengaruhi dinamika sosial di Halong Mardika. Terakhir, penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi peran pemerintah daerah dan lembaga terkait dalam mempromosikan komunikasi antarbudaya yang efektif dan inklusif, serta mengembangkan program-program yang mendukung keberagaman budaya di Kota Ambon. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang dinamika komunikasi antarbudaya di Ambon dan memberikan rekomendasi yang relevan bagi pengembangan kebijakan dan program yang mendukung kerukunan dan keberagaman.

  1. CULTURE SHOCK DALAM INTERAKSI KOMUNIKASI ANTAR BUDAYA PADA MAHASISWA ASAL PAPUA DI UNIVERSITAS NEGERI... jurnalmahasiswa.uma.ac.id/index.php/jipikom/article/view/338CULTURE SHOCK DALAM INTERAKSI KOMUNIKASI ANTAR BUDAYA PADA MAHASISWA ASAL PAPUA DI UNIVERSITAS NEGERI jurnalmahasiswa uma ac index php jipikom article view 338
  2. ENKULTURASI BUDAYA PAMANA | LATUHERU | JURNAL BADATI. enkulturasi budaya pamana latuheru jurnal badati... ojs.ukim.ac.id/index.php/badati/article/view/411ENKULTURASI BUDAYA PAMANA LATUHERU JURNAL BADATI enkulturasi budaya pamana latuheru jurnal badati ojs ukim ac index php badati article view 411
Read online
File size361.07 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test