IMADIKLUSIMADIKLUS

Lifelong Education JournalLifelong Education Journal

Minat literasi dan kemampuan menghafal anak merupakan potensi yang sangat dibutuhkan dan digali secara efektif. Upaya yang perlu dilakukan adalah mengkolaborasikan situasi dan kondisi di tengah revolusi 4.0, seperti di Desa Sumberpasir, Kabupaten Malang, yang memiliki Teras Baca sebagai sarana tambahan. Teras Baca Sumberpasir memiliki program bimbingan belajar dengan 30 peserta didik usia sekolah dasar. Permasalahan utama adalah minat literasi anak dirasa kurang, sehingga menghambat kemampuan menghafal mereka. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Solusi yang ditawarkan adalah video pembelajaran berbasis animasi untuk membantu pengembangan minat literasi dan kemampuan menghafal anak di Teras Baca Sumberpasir. Hasil penelitian menunjukkan (1) implikasi pemanfaatan media video animasi sebagai strategi pengembangan minat literasi dan kemampuan menghafal pada anak; (2) peran animasi dalam pembelajaran; dan (3) tingkat efektivitas pemanfaatan video animasi untuk mengembangkan minat literasi dan kemampuan menghafal pada anak Desa Sumberpasir. Video animasi ini memiliki konten yang mendukung peningkatan minat literasi dan kemampuan menghafal anak di Teras Baca Sumberpasir.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa Teras Baca Sumberpasir merupakan layanan pendidikan anak yang efektif sebagai sarana tambahan belajar di luar pendidikan formal.Pemanfaatan video animasi sebagai media pembelajaran sangat membantu dalam menumbuhkan minat literasi dan kemampuan menghafal anak di Desa Sumberpasir.Keefektifan video animasi ini terlihat dari peningkatan kemampuan menghafal dan minat literasi peserta didik bimbingan belajar, serta perubahan positif pada kebiasaan anak-anak Sumberpasir menjadi lebih produktif.

Berdasarkan hasil penelitian, saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah pertama, meneliti lebih lanjut mengenai pengaruh durasi video animasi terhadap daya serap materi pada anak-anak, dengan mempertimbangkan rentang perhatian yang berbeda pada setiap kelompok usia. Kedua, perlu dilakukan studi komparatif antara penggunaan video animasi dengan metode pembelajaran lain, seperti metode bercerita atau bermain peran, untuk mengidentifikasi pendekatan yang paling efektif dalam meningkatkan minat literasi dan kemampuan menghafal. Ketiga, penelitian selanjutnya dapat berfokus pada pengembangan model video animasi interaktif yang memungkinkan anak-anak untuk berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran, misalnya melalui kuis atau permainan edukatif, sehingga dapat meningkatkan motivasi dan pemahaman mereka. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan strategi pembelajaran yang lebih inovatif dan efektif untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini dan sekolah dasar.

Read online
File size385.62 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test