Q2LIIQ2LII
JURNAL LANTERA ILMIAH KEPERAWATANJURNAL LANTERA ILMIAH KEPERAWATANMenjadi seorang ibu merupakan pengalaman yang penuh tantangan dan tanggung jawab yang tidak selalu menyenangkan bagi setiap wanita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kejadian postpartum blues di Klinik Amanah Bunda Medika cukup tinggi, yaitu sebesar 67,6% dari total ibu yang melahirkan. Postpartum blues lebih banyak dialami oleh ibu primipara (52,2%), menunjukkan bahwa pengalaman melahirkan pertama kali dapat menjadi faktor yang berkontribusi terhadap kondisi ini. Selain itu, usia ibu juga berpengaruh, di mana ibu yang berada dalam kategori usia berisiko (<20 tahun atau >35 tahun) lebih banyak mengalami postpartum blues (52,2%). Faktor pendidikan juga memiliki hubungan dengan kejadian postpartum blues, di mana ibu dengan tingkat pendidikan rendah lebih dominan mengalami kondisi ini (73,9%). Dari segi jenis persalinan, mayoritas ibu yang mengalami postpartum blues melahirkan secara normal (78,3%), dan sebagian besar dari mereka memiliki kehamilan yang direncanakan (60,9%).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kejadian postpartum blues di Klinik Amanah Bunda Medika cukup tinggi, yaitu sebesar 67,6% dari total ibu yang melahirkan.Postpartum blues lebih banyak dialami oleh ibu primipara (52,2%), menunjukkan bahwa pengalaman melahirkan pertama kali dapat menjadi faktor yang berkontribusi terhadap kondisi ini.Selain itu, usia ibu juga berpengaruh, di mana ibu yang berada dalam kategori usia berisiko (<20 tahun atau >35 tahun) lebih banyak mengalami postpartum blues (52,2%).Faktor pendidikan juga memiliki hubungan dengan kejadian postpartum blues, di mana ibu dengan tingkat pendidikan rendah lebih dominan mengalami kondisi ini (73,9%).Dari segi jenis persalinan, mayoritas ibu yang mengalami postpartum blues melahirkan secara normal (78,3%), dan sebagian besar dari mereka memiliki kehamilan yang direncanakan (60,9%).Berdasarkan temuan ini, dapat disimpulkan bahwa postpartum blues merupakan kondisi yang cukup umum terjadi pada ibu pascapersalinan, terutama pada ibu yang pertama kali melahirkan, berusia berisiko, memiliki pendidikan rendah, dan melahirkan secara normal.Oleh karena itu, diperlukan perhatian lebih dalam bentuk edukasi, pendampingan, serta dukungan psikologis bagi ibu setelah melahirkan untuk mencegah dan mengatasi postpartum blues.
Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif antara ibu yang mengalami postpartum blues dengan ibu yang tidak mengalami postpartum blues, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti usia, pendidikan, dan jenis persalinan. Selain itu, penelitian dapat fokus pada intervensi dini dan strategi pencegahan postpartum blues, serta mengeksplorasi peran dukungan sosial dan psikologis dalam mengurangi dampak negatif postpartum blues terhadap ibu dan bayi. Terakhir, penelitian dapat menyelidiki lebih lanjut tentang hubungan antara postpartum blues dengan depresi postpartum, dan bagaimana intervensi dini dapat mencegah perkembangan depresi postpartum yang lebih serius.
| File size | 183.58 KB |
| Pages | 6 |
| DMCA | Report |
Related /
IAI TABAHIAI TABAH Strategi ini menciptakan lingkungan yang kondusif untuk mengembangkan kesadaran spiritual siswa sekaligus memperkuat keterlibatan mereka dalam aktivitasStrategi ini menciptakan lingkungan yang kondusif untuk mengembangkan kesadaran spiritual siswa sekaligus memperkuat keterlibatan mereka dalam aktivitas
POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR Latar Belakang: Masalah psikologis yang dialami wanita selama periode postpartum dapat dipengaruhi oleh kurangnya dukungan yang mereka terima dari suamiLatar Belakang: Masalah psikologis yang dialami wanita selama periode postpartum dapat dipengaruhi oleh kurangnya dukungan yang mereka terima dari suami
POLTEKKES JAKARTA 3POLTEKKES JAKARTA 3 Metode: Desain cross-sectional kuantitatif digunakan yang melibatkan 63 ibu postpartum yang dipilih melalui purposive sampling antara Maret dan Mei 2024.Metode: Desain cross-sectional kuantitatif digunakan yang melibatkan 63 ibu postpartum yang dipilih melalui purposive sampling antara Maret dan Mei 2024.
UNIK KEDIRIUNIK KEDIRI Intervensi berupa pijat nifas dilakukan selama tiga hari berturut-turut, sekali setiap sore sebelum mandi, dengan durasi 15–30 menit. Hasil menunjukkanIntervensi berupa pijat nifas dilakukan selama tiga hari berturut-turut, sekali setiap sore sebelum mandi, dengan durasi 15–30 menit. Hasil menunjukkan
POLTEKKES SMGPOLTEKKES SMG Hemoglobin yang rendah meningkatkan risiko kelelahan, depresi, serta kesulitan dalam menyesuaikan diri terhadap peran sebagai ibu. Pemantauan kadar hemoglobin,Hemoglobin yang rendah meningkatkan risiko kelelahan, depresi, serta kesulitan dalam menyesuaikan diri terhadap peran sebagai ibu. Pemantauan kadar hemoglobin,
UIN WALISONGOUIN WALISONGO Depresi telah menjadi masalah kesehatan mental yang kritis, terutama di kalangan mahasiswa, dengan prevalensi yang meningkat di seluruh dunia. PenelitianDepresi telah menjadi masalah kesehatan mental yang kritis, terutama di kalangan mahasiswa, dengan prevalensi yang meningkat di seluruh dunia. Penelitian
LPPPIPUBLISHINGLPPPIPUBLISHING Manajemen ketangguhan yang efektif dapat membangun fondasi yang kuat untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan produktif, yang pada akhirnyaManajemen ketangguhan yang efektif dapat membangun fondasi yang kuat untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan produktif, yang pada akhirnya
UPIUPI Pencegahan bunuh diri di Jepang adalah inovatif dan sukses. Negara ini berhasil menurunkan tingkat bunuh diri dengan menekankan keterlibatan masyarakatPencegahan bunuh diri di Jepang adalah inovatif dan sukses. Negara ini berhasil menurunkan tingkat bunuh diri dengan menekankan keterlibatan masyarakat
Useful /
UIN WALISONGOUIN WALISONGO Banjir tahun 2018 dan peristiwa berikutnya menyebabkan pengungsian meluas, penutupan sekolah yang berkepanjangan, serta gangguan pada sistem dukungan emosionalBanjir tahun 2018 dan peristiwa berikutnya menyebabkan pengungsian meluas, penutupan sekolah yang berkepanjangan, serta gangguan pada sistem dukungan emosional
UIN WALISONGOUIN WALISONGO 203, 95% CI [0. 0805, 0. 3741]). Remaja dengan EF yang lebih rendah lebih rentan terhadap kesulitan emosional, sehingga meningkatkan risiko NSSI. Studi203, 95% CI [0. 0805, 0. 3741]). Remaja dengan EF yang lebih rendah lebih rentan terhadap kesulitan emosional, sehingga meningkatkan risiko NSSI. Studi
POLITANI SAMARINDAPOLITANI SAMARINDA Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan produk media pembelajaran dalam bentuk video pembelajaran dan melihat kelayakan produk yang dikembangkanTujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan produk media pembelajaran dalam bentuk video pembelajaran dan melihat kelayakan produk yang dikembangkan
IAI TABAHIAI TABAH Masyarakat desa dan kota memiliki perbedaan yang signifikan dari berbagai aspek dalam kehidupan sosial. Hal ini menimbulkan pandangan dan pemahaman yangMasyarakat desa dan kota memiliki perbedaan yang signifikan dari berbagai aspek dalam kehidupan sosial. Hal ini menimbulkan pandangan dan pemahaman yang