FISIP UNMULFISIP UNMUL

Progress in Social DevelopmentProgress in Social Development

Fenomena perubahan iklim yang terjadi saat ini tak hanya berdampak pada lingkungan namun juga turut memberikan dampak pada kehidupan manusia terutama kelompok rentan yang bergantung pada sumber daya alam dan kondisi lingkungan seperti masyarakat maritim yang kehidupannya bergantung pada laut dan kondisi cuaca. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan bagaimana kompleksitas persepsi dari perubahan iklim dan kerusakan lingkungan dalam sudut pandang masyarakat Pulau Miang yang bergantung pada laut serta menganalisis relasi yang terjadi antara masyarakat dan lingkungannya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan teori New Environmental Paradigm untuk mengetahui relasi diantara keduanya. Hasil penelitian menunjukan persepsi masyarakat terbentuk akibat adanya interaksi antara masyarakat dan lingkungan yang membentuk suatu pengalaman yang mengindikasikan terjadinya fenomena perubahan iklim dan membentuk suatu pengetahuan tradisional masyarakat. Berdasarkan pengetahuan tradisional, masyarakat melakukan upaya adaptasi dan mitigasi yang bersifat fisik dan sosial budaya seperti tradisi keagamaan dan pembentukan komunitas pemuda untuk menjaga kelestarian alam di Pulau Miang. Hal ini mendorong pengambilan keputusan yang mengarah pada sustainability ekologi serta ekonomi yang membuat masyarakat lebih konservatif dalam berinteraksi dengan lingkungan demi keberlanjutan di masa mendatang. Hasil penelitian ini dapat digunakan oleh pemerintah sebagai dasar penyusunan kebijakan mitigasi perubahan iklim bagi masyarakat pulau.

Persepsi masyarakat Pulau Miang terhadap perubahan iklim terbentuk dari interaksi langsung dengan lingkungan, yang memunculkan pengalaman terhadap perubahan suhu, cuaca tidak menentu, dan kerusakan lingkungan, lalu berkembang menjadi pengetahuan tradisional yang mengaitkan fenomena tersebut dengan musim transisi dan kerusakan akibat aktivitas manusia.Masyarakat merespons perubahan tersebut melalui upaya adaptasi dan mitigasi, baik secara fisik seperti penanaman bakau maupun secara sosial budaya seperti tradisi yasinan dan pembentukan komunitas pemuda Sea Urchin yang aktif dalam konservasi terumbu karang dan kerang raksasa.Upaya-upaya ini mendorong pengambilan keputusan yang lebih konservatif dalam berinteraksi dengan lingkungan, yang mendukung keberlanjutan ekologi dan ekonomi, meskipun pandangan masyarakat masih dipengaruhi oleh paradigma lama yang melihat alam sebagai sarana pemenuhan kebutuhan manusia.

Pertama, perlu penelitian lanjutan yang mengkaji bagaimana pengetahuan tradisional masyarakat pesisir dapat diintegrasikan dengan sains iklim modern dalam merancang strategi adaptasi yang lebih efektif, terutama dalam konteks peramalan cuaca berbasis lokal versus data global. Kedua, penting untuk mengeksplorasi efektivitas kelompok pemuda seperti Sea Urchin dalam menjaga kelestarian lingkungan dengan meneliti faktor-faktor pendorong partisipasi mereka, serta bagaimana peran mereka dapat diperluas melalui pendidikan lingkungan berbasis komunitas. Ketiga, perlu diteliti bagaimana keterbatasan infrastruktur, seperti akses listrik dan internet yang terbatas, memengaruhi tingkat pemahaman masyarakat tentang perubahan iklim dan sejauh mana intervensi komunikasi berbasis teknologi rendah dapat meningkatkan kesadaran dan partisipasi dalam aksi mitigasi, terutama di wilayah kepulauan terpencil. Penelitian-penelitian ini akan melengkapi temuan studi sebelumnya yang hanya fokus pada persepsi dan respons, namun belum menyentuh aspek integrasi pengetahuan, dinamika kelompok sosial, dan hambatan struktural yang memengaruhi kapasitas adaptasi masyarakat pesisir.

  1. Progress in Social Development. climate change community perception case study miang island village east... doi.org/10.30872/psd.v7i1.172Progress in Social Development climate change community perception case study miang island village east doi 10 30872 psd v7i1 172
Read online
File size706.17 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test