DELIHUSADADELIHUSADA

Jurnal Kajian Kesehatan MasyarakatJurnal Kajian Kesehatan Masyarakat

Rumah Sakit Umum Mitra Sejati merupakan salah satu rumah sakit swasta di Medan, Sumatera Utara yang memiliki peran penting dalam pelayanan kesehatan. Dalam upaya meningkatkan keselamatan kerja, khususnya bagi perawat, Rumah Sakit Mitra Sejati telah menetapkan beberapa kebijakan seperti Standar Prosedur Operasional (SPO) sebelum dan sesudah melakukan tindakan pada pasien. Namun, masih ditemukan kejadian tertusuk jarum pada perawat di Rumah Sakit Umum Mitra Sejati Medan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan strategi Infection Prevention Control Nurse (IPCN) untuk meminimalkan kejadian tertusuk jarum pada perawat di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Umum Mitra Sejati Medan pada tahun 2020. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif yang disajikan secara eksploratif. Informan dalam penelitian ini adalah 7 orang, yaitu Supervisor Keperawatan, Kepala Ruangan Rawat Inap, Perawat Pelaksana, Ketua PPI, dan Infection Prevention Control Nurse (IPCN). Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rumah Sakit Umum Mitra Sejati sudah memiliki SPO tentang penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) dan SPO Praktik Menyuntik yang Aman, tetapi hambatan yang dihadapi adalah masih ada perawat yang tidak mengikuti SPO, demikian pula terkait perlindungan kesehatan, petugas masih belum menjalankan secara optimal di mana tenaga kesehatan, khususnya perawat, belum mendapatkan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), SPO Praktik Menyuntik yang Aman, perlindungan kesehatan bagi petugas, dan pengelolaan limbah benda tajam seperti jarum suntik belum diimplementasikan secara optimal yang menyebabkan kejadian tertusuk jarum pada perawat.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), Standar Prosedur Operasional (SPO) Praktik Menyuntik yang Aman, perlindungan kesehatan bagi petugas, dan pengelolaan limbah benda tajam belum optimal di RSU Mitra Sejati Medan.Kondisi ini berkontribusi pada tingginya kejadian tertusuk jarum pada perawat.Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kepatuhan terhadap protokol keselamatan dan kesehatan kerja untuk melindungi perawat dari risiko infeksi dan cedera akibat tertusuk jarum.

Berdasarkan hasil penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan untuk meningkatkan keselamatan kerja perawat di RSU Mitra Sejati Medan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi faktor-faktor spesifik yang mempengaruhi kepatuhan perawat terhadap penggunaan APD dan SPO Praktik Menyuntik yang Aman, seperti tingkat pengetahuan, sikap, dan budaya keselamatan di rumah sakit. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan dan evaluasi efektivitas intervensi berbasis bukti untuk meningkatkan kepatuhan perawat, misalnya melalui pelatihan interaktif, simulasi, atau pemberian umpan balik secara berkala. Ketiga, penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi peran kepemimpinan dalam menciptakan budaya keselamatan yang positif di rumah sakit, termasuk bagaimana pemimpin dapat memberikan dukungan, sumber daya, dan pengakuan kepada perawat yang menerapkan praktik keselamatan yang baik. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih komprehensif dan mendalam untuk merumuskan strategi yang efektif dalam meminimalkan kejadian tertusuk jarum dan meningkatkan keselamatan kerja perawat di RSU Mitra Sejati Medan.

Read online
File size478.36 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test