DELIHUSADADELIHUSADA

Jurnal Kajian Kesehatan MasyarakatJurnal Kajian Kesehatan Masyarakat

Mayoritas keluhan yang melibatkan sistem otot rangka disebabkan oleh kontraksi otot yang berlebihan akibat beban kerja yang berlebihan dalam jangka waktu yang lama. Ergonomi adalah studi tentang harmoni kerja dalam suatu sistem. Dalam penerapannya, pekerjaan akan aman bagi pekerja/manusia dan efisiensi kerja akan meningkat sehingga kesejahteraan manusia tercapai. Penelitian cross-sectional kuantitatif bertujuan untuk memeriksa hubungan antara risiko ergonomi (postur yang tidak nyaman, beban kerja, durasi dan frekuensi) dengan gangguan otot rangka terkait kerja pada perawat di Rumah Sakit Umum Haji Medan pada tahun 2023. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perawat di Rumah Sakit Umum Haji Medan. Rumus Slovin digunakan dalam pemilihan sampel penelitian ini, menghasilkan 75 responden. Dengan nilai p 0,000, uji statistik yang dilakukan dengan chi-square menunjukkan bahwa postur yang tidak nyaman berhubungan dengan gangguan otot rangka terkait kerja. Terdapat juga hubungan antara beban kerja dan gangguan otot rangka akibat kerja dengan nilai p 0,009, terdapat hubungan antara durasi dan gangguan otot rangka akibat kerja dengan nilai p 0,018 dan hubungan antara frekuensi dan gangguan otot rangka akibat kerja dengan nilai p 0,000. Ditemukan dalam analisis multivariat bahwa postur yang tidak nyaman dan frekuensi adalah faktor dominan yang mempengaruhi gangguan otot rangka akibat kerja pada perawat di Rumah Sakit Umum Haji Medan pada tahun 2023, nilai yang diperoleh adalah nilai p 0,000 dengan Odd Ratio 100,189 untuk postur yang tidak nyaman dan nilai p 0,045 dengan Odd Ratio 8,237 untuk frekuensi. Adalah normal bahwa perawat sebenarnya ingin menerapkan istirahat kerja atau peregangan ringan selama beberapa saat setelah melakukan aktivitas berulang dalam jangka waktu yang lama dan bagi direktur Rumah Sakit Haji Medan untuk lebih memperhatikan dan menerapkan stasiun kerja dengan posisi ergonomis.

Penelitian ini menunjukkan bahwa ergonomi memiliki hubungan yang kuat dengan penyebab gangguan otot rangka akibat kerja di tempat kerja.Penerapan ergonomi tempat kerja dapat meningkatkan kesehatan pekerja dan mencegah atau mengurangi dampak gangguan otot rangka yang disebabkan oleh pekerjaan.Desain dan redesain tempat kerja yang proporsional, serta edukasi mengenai postur kerja yang benar dan pentingnya istirahat, dapat menjadi langkah efektif dalam mengurangi risiko gangguan otot rangka pada perawat.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi pengaruh faktor psikososial, seperti stres dan beban mental, terhadap risiko gangguan otot rangka pada perawat. Kedua, studi intervensi yang melibatkan penerapan program ergonomi komprehensif, termasuk pelatihan postur kerja yang benar, desain ulang stasiun kerja, dan implementasi jadwal istirahat yang teratur, perlu dilakukan untuk menguji efektivitasnya dalam mengurangi prevalensi gangguan otot rangka. Ketiga, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk menggali persepsi dan pengalaman perawat terkait risiko ergonomi dan kebutuhan mereka dalam meningkatkan kondisi kerja. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang faktor-faktor yang berkontribusi terhadap gangguan otot rangka pada perawat dan mengembangkan strategi pencegahan yang lebih efektif, sehingga meningkatkan kualitas hidup dan kinerja perawat dalam memberikan pelayanan kesehatan yang optimal. Dengan demikian, diharapkan dapat tercipta lingkungan kerja yang lebih aman dan nyaman bagi para perawat, serta meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan secara keseluruhan.

Read online
File size478.84 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test