BANTENPROVBANTENPROV

Jurnal Kebijakan Pembangunan DaerahJurnal Kebijakan Pembangunan Daerah

Banten merupakan salah satu pelabuhan terkemuka di Asia Tenggara pada abad XVII. Namun, sejak awal abad XIX, kota tersebut kehilangan fungsi utamanya, hanya menyisakan reruntuhan bangunan penting di Situs Banten Lama. Selama hampir tiga dekade, pemerintah telah membangun fasilitas publik, tetapi hasilnya belum optimal untuk pemanfaatan cagar budaya. Kajian ini ditujukan untuk memahami kebijakan pelestarian cagar budaya dan kaitannya dengan program revitalisasi Situs Banten Lama. Dengan menggunakan metode deskriptif-analisis, kebijakan pelestarian cagar budaya baik secara nasional maupun daerah akan dianalisis dan dibandingkan satu sama lain. Analisis arkeologi dan sejarah terhadap situs perkotaan, bangunan, struktur, dan objek warisan budaya lain seperti istana, benteng, masjid, pemukiman, dan kanal di Banten Lama menegaskan penerapan kebijakan ini.

The Banten site provides archaeological evidence that Islamic civilization reached its peak in the 17th century.Based on archaeological and historical arguments, the tangible cultural heritage in the area represents a potential cultural resource as a cultural heritage with urban characteristics dating back to the Islamic period.Therefore, its entire archaeological potential meets the standard requirements for designating Banten Lama as a national cultural heritage area.From this perspective, the Banten Lama area is worthy of being a policy object at both the national and regional levels, but overlapping planning and implementation must be avoided.In this context, the revitalization program must be viewed from a broader perspective, based on the degree of urgency following three decades of neglect.The regional governments initiative should receive attention from archaeologists, who can contribute their expertise and innovation to find long-term solutions.

Untuk mengatasi permasalahan yang ada, disarankan untuk melakukan penelitian lebih lanjut tentang pengelolaan situs arkeologi secara lintas-sektor. Penelitian ini dapat fokus pada pengembangan model Cultural Resource Management (CRM) yang telah diterapkan pada situs arkeologi di Indonesia. Dengan pengelolaan situs secara lintas-sektor, model CRM dapat menjadi pedoman standar bagi pengembangan dan pemanfaatan berkelanjutan situs arkeologi di Banten Lama. Selain itu, perlu dilakukan penelitian tentang pemanfaatan cagar budaya untuk meningkatkan nilai ekonomi dan sosial, serta penelitian tentang pengelolaan pengunjung untuk menjaga kelestarian situs.

  1. Project MUSE -- Verification required!. project muse verification required order better serve keep site... doi.org/10.1353/asi.2016.0009Project MUSE Verification required project muse verification required order better serve keep site doi 10 1353 asi 2016 0009
  2. Jurnal Kebijakan Pembangunan Daerah. banten site complex addressing heritage islamic city jkpd jurnal... doi.org/10.56945/jkpd.v9i2.364Jurnal Kebijakan Pembangunan Daerah banten site complex addressing heritage islamic city jkpd jurnal doi 10 56945 jkpd v9i2 364
Read online
File size904.22 KB
Pages17
DMCAReport

Related /

ads-block-test