UHTUHT

Hang Tuah Medical JournalHang Tuah Medical Journal

Kanker kulit menjadi salah satu jenis kanker yang umum menjadi didiagnosis di seluruh dunia. Angka kejadian dan kematian akibat kanker kulit juga terus meningkat dalam beberapa puluh tahun terakhir. Di Indonesia, kanker kulit menjadi kanker dengan jumlah insidensi terbanyak nomor tiga setelah kanker rahim dan kanker payudara. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik dari pasien kanker kulit di RSPAL dr. Ramelan Surabaya periode Januari 2021-Desember 2023. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan variabel berupa data sekunder yang telah tercatat pada rekam medis pasien kanker kulit di RSPAL dr. Ramelan Surabaya periode Januari 2021-Desember 2023. Data yang dilihat ialah jenis kanker kulit, gejala kanker kulit, lokasi kanker kulit, usia pasien, dan jenis kelamin pasien. Karakteristik jenis kanker kulit paling banyak adalah Basal Cell Carcinoma sejumlah 51 kasus. Karakteristik gejala kanker kulit paling banyak adalah adanya pembentukan tahi lalat baru/benjolan sejumlah 67 kasus. Karakteristik lokasi kanker kulit paling banyak berada di kepala sejumlah 69 kasus. Karakteristik usia pasien kanker paling banyak pada pasien lansia sejumlah 56 kasus. Karakteristik jenis kelamin pasien kanker kulit paling banyak adalah perempuan sejumlah 51 kasus. Karakteristik pekerjaan pasien kanker kulit paling banyak adalah pekerja dalam ruangan sejumlah 86 kasus. Kasus paling banyak berjenis BCC, dengan gejala paling sering adanya pembentukan tahi lalat baru/benjolan, yang paling umum ditemukan di kepala, banyak pada pasien lansia, berjenis kelamin perempuan, dan bekerja di dalam ruangan.

Penelitian ini menunjukkan bahwa karsinoma sel basal (BCC) merupakan jenis kanker kulit yang paling banyak ditemukan, dengan gejala tersering berupa munculnya tahi lalat baru atau benjolan dan lokasi tersering pada daerah kepala, terutama pada kelompok usia lanjut.Temuan tersebut menegaskan pentingnya edukasi mengenai proteksi terhadap paparan sinar ultraviolet (UV) yang berfokus pada area kepala dan wajah, serta perlunya deteksi dini pada populasi lansia yang berisiko lebih tinggi akibat penurunan fungsi perbaikan DNA.Untuk memperkuat validitas dan generalisasi hasil, disarankan dilakukan penelitian lanjutan dengan desain analitik dan melibatkan data multi-center sehingga karakteristik klinis dan faktor risiko kanker kulit dapat dievaluasi secara lebih komprehensif.

Untuk memperkuat validitas dan generalisasi hasil, disarankan dilakukan penelitian lanjutan dengan desain analitik dan melibatkan data multi-center sehingga karakteristik klinis dan faktor risiko kanker kulit dapat dievaluasi secara lebih komprehensif. Penelitian lanjutan dapat fokus pada evaluasi lebih mendalam mengenai efek paparan sinar ultraviolet (UV) terhadap kanker kulit, khususnya pada populasi lansia. Selain itu, studi komparatif antara pasien kanker kulit dengan pekerja dalam ruangan dan luar ruangan dapat dilakukan untuk memahami lebih lanjut mengenai hubungan antara paparan UV dan jenis pekerjaan dengan risiko kanker kulit. Penelitian juga dapat mengeksplorasi strategi deteksi dini yang efektif untuk kanker kulit, terutama pada populasi lansia, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti usia, jenis kelamin, dan lokasi kanker.

  1. Karakteristik Kanker Kulit Berdasarkan Tipe Histopatologi dan Tindakan Operatif di Bagian Dermatology... doi.org/10.70070/n5ce4r95Karakteristik Kanker Kulit Berdasarkan Tipe Histopatologi dan Tindakan Operatif di Bagian Dermatology doi 10 70070 n5ce4r95
  2. Epidemiology of invasive cutaneous melanoma - Annals of Oncology. epidemiology invasive cutaneous melanoma... annalsofoncology.org/retrieve/pii/S0923753419570119Epidemiology of invasive cutaneous melanoma Annals of Oncology epidemiology invasive cutaneous melanoma annalsofoncology retrieve pii S0923753419570119
Read online
File size273.15 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test