URECOLURECOL

Urecol Journal. Part G: Multidisciplinary ResearchUrecol Journal. Part G: Multidisciplinary Research

Perubahan iklim dan pemanasan global telah menjadi isu lingkungan yang paling banyak dibicarakan saat ini. Salah satu upaya pemerintah menindaklanjuti perubahan iklim yang saat ini terjadi, diantaranya menawarkan sebuah program yang mengacu pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor P.84/Menlhk-Setjen/Kum.1/11/2016 tentang Program Kampung Iklim - PROKLIM. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi efektifitas kinerja rekayasa social dalam mendorong pelaksanaan (PROKLIM) di wilayah Kelurahan Wates Kota Magelang. Penelitian ini termasuk penelitian research action yaitu model penelitian yang sekaligus berpraktik dan berteori, atau menggabungkan teori sekaligus melaksanakan dalam praktik dengan maksud untuk memberikan kontribusi baik pada tataran praktis kepedulian terhadap masalah yang dihadapi masyarakat. Inisiasi terhadap pelaksanaan (PROKLIM) di wilayah ini dapat diperkirakan akan berdampak bagi masyarakat setempat. Namun minimasi terhadap permasalahan sosial mestinya dapat dilakukan melalui penerapan rekayasa sosial dengan pendekatan berbasis masyarakat. Rekayasa social sebagai metode pendekatan dalam penelitian ini dilakukan dengan pemberian informasi dan peningkatan pemahaman masyarakat akan segala sesuatu yang berkaitan dengan perubahan iklim serta dampak yang mungkin akan terjadi. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa rekayasa social mampu menggerakkan masyarakat untuk lebih mandiri, antara lain pengelolaan Sampah melalui dekomposisi mencapai lebih dari 63% dari jumlah sampah organic yang dihasilkan dan 7,5kg maggot kering/kelompok/batch. Juga terbentuk kelompok-kelompok unit kerja dalam mendukung Proklim. Sehingga pola pendekatan yang dilakukan dengan rekayasa social dianggap cukup effektif.

Pelaksanaan Proklim di Kampung Wates merupakan dorongan dari Dinas terkait yang diinisasi oleh sekelompok warga.Rekayasa Sosial dilakukan untuk mengedukasi dan mereduksi sejumlah resistensi masyarakat.Pelibatan Multy-stakeholder sangat membantu setiap tahapan penerapan rekayasa sosial dengan pendekatan berbasis masyarakat, Participatory Rural Appraisal yang diawali dari pengumpulan informasi, identifikasi masyarakat, analisis, edukasi, sosialisasi dan pendampingan.Pelaksanaan edukasi persuasif terhadap masyarakat memperlihatkan bahwa pengelolaan sampah organic dengan menggunakan Maggot BSF telah mendekomposisi sampah organic hingga 63% dari jumlah sampah organic yang dihasilkan.Juga terdapat produk-produk yang lain seperti Casgot, kompos organic, POC, Ecoenzim dll.Melalui rekayasa sosial pula telah terbentuk kelompok Budidaya ikan yang tergabung dalam Kelompok Mina Cikal Sejahtera dengan jumlah 30 kolam dengan rerata tebar 1500 - 2500 benih ikan perkolam.

Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan untuk melakukan studi lanjutan yang berfokus pada pengembangan dan implementasi strategi komunikasi yang efektif dalam rangka meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam program Kampung Iklim. Penelitian ini dapat mengeksplorasi berbagai pendekatan komunikasi, seperti kampanye media sosial, pendidikan lingkungan, dan keterlibatan komunitas, untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang perubahan iklim dan manfaat program Kampung Iklim. Selain itu, studi lanjutan juga dapat mengevaluasi dampak jangka panjang dari program ini terhadap perilaku dan praktik pengelolaan sampah masyarakat, serta mengukur keberlanjutan dan keberhasilannya dalam mengurangi emisi gas rumah kaca. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan kontribusi pada pengembangan strategi komunikasi yang efektif dan berkelanjutan dalam rangka mendorong adaptasi dan mitigasi perubahan iklim di tingkat lokal.

Read online
File size832.19 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test