POLINDRAPOLINDRA

Jurnal Teknologi Terapan (JTT)Jurnal Teknologi Terapan (JTT)

Komposit adalah suatu jenis bahan baru yang merupakan hasil rekayasa, terdiri dari dua atau lebih bahan, dengan sifat masing–masing bahan berbeda satu sama lain baik dari sifat kimia maupun fisikanya. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui nilai kekuatan tarik dan lentur komposit serat daun nanas dengan konfigurasi cross-ply laminate dengan arah sudut susunan serat [0, 90°, 0°], [45˚, -45˚, 45˚] dan [30°, -30°, 30°]. Penelitian ini menggunakan arah susunan serat [0, 90°, 0°], [45˚, -45˚, 45˚] dan [30˚, -30 ˚, 30 ˚] dengan konfigurasi cross-ply laminate dan menggunakan. Komposit dibuat pada cetakan komposit berukuran P = 190 mm, L = 90 mm dan t = 5 mm. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengaruh sudut orientasi serat daun nanas terhadap nilai tegangan tarik rata-rata komposit dengan konfigurasi cross-ply laminate serat daun nanas dengan nilai tegangan tarik tertinggi ditunjukkan oleh arah serat dengan sudut [30°, -30°, 30°] sebesar 27,611 MPa, sedangkan nilai komposit terendah dengan sudut [45˚, -45˚, 45˚] sebesar 19,407 MPa. Nilai tegangan lentur tertinggi terdapat pada komposit dengan sudut orientasi [0, 90°, 0°] dengan nilai rata-rata sebesar 59,002 MPa, sedangkan komposit dengam sudut orientasi serat [45˚, -45˚, 45˚] memiliki nilai tegangan lentur lebih rendah sebesar 32,974 MPa.

Penelitian ini menunjukkan bahwa arah sudut susunan serat berpengaruh signifikan terhadap kekuatan tarik dan lentur komposit serat daun nanas dengan konfigurasi cross-ply laminate.Arah serat [30°, -30°, 30°] menghasilkan tegangan tarik tertinggi, sementara arah serat [0°, 90°, 0°] menghasilkan tegangan lentur tertinggi.Hasil ini mengindikasikan bahwa pemilihan orientasi serat yang tepat sangat penting untuk mengoptimalkan sifat mekanik komposit.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh variasi fraksi volume serat terhadap sifat mekanik komposit untuk menemukan komposisi optimal yang menghasilkan kekuatan dan kekakuan tertinggi. Kedua, eksplorasi penggunaan jenis resin matriks yang berbeda, seperti resin epoksi atau vinil ester, dapat dilakukan untuk meningkatkan kinerja komposit. Ketiga, penelitian mengenai ketahanan komposit terhadap lingkungan yang berbeda, seperti paparan air laut atau radiasi UV, perlu dilakukan untuk memperluas aplikasi komposit serat daun nanas. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai potensi pemanfaatan serat daun nanas sebagai material komposit yang berkelanjutan dan ramah lingkungan, serta membuka peluang pengembangan aplikasi komposit serat daun nanas di berbagai bidang industri.

  1. PENGARUH UKURAN PARTIKEL DAN KOMPOSISI TERHADAP SIFAT KEKUATAN BENTUR KOMPOSIT EPOKSI BERPENGISI SERAT... doi.org/10.32734/jtk.v3i3.1628PENGARUH UKURAN PARTIKEL DAN KOMPOSISI TERHADAP SIFAT KEKUATAN BENTUR KOMPOSIT EPOKSI BERPENGISI SERAT doi 10 32734 jtk v3i3 1628
Read online
File size636.45 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test