HAMZANWADIHAMZANWADI

Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan PendidikanFajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan

Kawasan kota tua Ampenan merupakan sebuah kawasan yang strategis. Hal ini dapat dilihat dari sudut kepentingan sosial budaya yang dimana kawasan ini telah menjadi cagar budaya Kota Mataram berdasarkan Rencana Tata Bangunan dan Lingkugan (RTBL). Dan hal ini sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang dan Menengah Daerah (RPJMD) Kota Mataram yakni pada Tahun 2016-2021 tentang Kota Tua Ampenan yang mempunyai nilai-nilai history, pelestarian adat istiadat serta budaya lokal yang menjadi salah satu jati diri dari kearifan lokal masyarakat setempat. Penelitian ini bertujuan untuk menggali sejarah dan dinamika sosial masyarakat Bugis yang menetap di Kota Tua Ampenan Mataram. Adapun pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah melalui pendekatan kajian sosio-historis, artinya data yang dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan studi literatur untuk menghasilkan pemahaman mendalam tentang adaptasi dan kontribusi masyarakat Bugis terhadap kehidupan kota.

Ampenan adalah sebuah kota kecamatan yang berada di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB).Di Ampenan terdapat sebuah kota tu sebab, pada zaman dahulu kota tersebut merupakan sebuah pelabuhan utama di Lombok.Dengan demikian dikatakan Ampenan sebab “Kota Tuanya Lombok serta di tempat inilah sejarah Lombok di mulai yakni sejak tahun 1800-an.Asal kata Ampenan yakni dari Bahasa Sasak “amben artinya singgah.Ampenan merupakan sebuah kawasan yang dikembangkan oleh Belanda menjadi pelabuhan untuk menyaingi dominasi kerajaan-kerajaan yang berada di Bali.Oleh sebab itu Ampenan sejak dulu sampai sekarang dihuni oleh berbagai etnis.Kajian sosio-historis ini memberikan pemahaman mendalam tentang interaksi, kontribusi, dan tantangan yang dihadapi masyarakat Bugis dalam membangun kehidupan di Kota Tua Ampenan Mataram.

Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan beberapa ide penelitian baru. Pertama, dapat dilakukan studi komparatif tentang dinamika sosial dan budaya masyarakat Bugis di berbagai kota tua di Indonesia, termasuk Ampenan, untuk memahami bagaimana mereka beradaptasi dan berkontribusi terhadap perkembangan kota. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada peran dan kontribusi masyarakat Bugis dalam pembangunan ekonomi dan sosial di Kota Tua Ampenan, dengan menganalisis strategi dan praktik bisnis mereka serta dampak ekonomi yang mereka ciptakan. Ketiga, penelitian dapat menyelidiki bagaimana interaksi dan kerjasama antara masyarakat Bugis dengan kelompok etnis lainnya di Ampenan, serta bagaimana hal ini membentuk identitas dan keragaman budaya di kota tersebut.

  1. Masyarakat Bugis di Kota Tua Ampenan Mataram | Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan. masyarakat... doi.org/10.29408/fhs.v9i1.27349Masyarakat Bugis di Kota Tua Ampenan Mataram Fajar Historia Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan masyarakat doi 10 29408 fhs v9i1 27349
  2. Identitas Orang Sasak: Studi Epistemologis terhadap Mekanisme Produksi Pengetahuan Masyarakat Suku Sasak... journal.uinmataram.ac.id/index.php/jpk/article/view/493Identitas Orang Sasak Studi Epistemologis terhadap Mekanisme Produksi Pengetahuan Masyarakat Suku Sasak journal uinmataram ac index php jpk article view 493
Read online
File size378.37 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test