IAIN MADURAIAIN MADURA

AL-IHKAM: Jurnal Hukum & Pranata SosialAL-IHKAM: Jurnal Hukum & Pranata Sosial

Perempuan Sasak menghadapi dilema hukum akibat keberadaan tiga kerangka pernikahan yaitu fiqh, adat, dan undang‑undang pernikahan negara. Plurisme hukum ini membentuk kesadaran hukum perempuan Sasak dalam memilih jalur hukum untuk memperoleh legalitas dan menyelesaikan masalah pernikahan. Penelitian ini memiliki dua tujuan utama: pertama, meneliti interaksi kompleks di antara fiqh, adat, dan undang‑undang pernikahan negara dalam memberikan kepastian hukum dan perlindungan bagi perempuan Sasak; kedua, memeriksa manifestasi kesadaran hukum yang muncul akibat kerangka hukum pluralistik tersebut. Data dikumpulkan melalui analisis dokumen, tinjauan pustaka, dan wawancara mendalam dengan perempuan Sasak terpilih. Temuan menunjukkan bahwa interaksi dinamis antara fiqh, adat, dan undang‑undang pernikahan negara menciptakan tiga bentuk kesadaran hukum, yaitu sebelum hukum, dengan hukum, dan melawan hukum, yang berdampak pada keputusan dan perilaku perempuan dalam konteks pernikahan.

Interaksi antara fiqh, adat, dan undang‑undang pernikahan negara secara signifikan mempengaruhi kepastian hukum dan kesadaran hukum perempuan Sasak.Meskipun undang‑undang negara menyediakan pedoman jelas, penerapannya terbatas karena kurangnya penegakan, sehingga norma tradisional fiqh dan adat tetap berpengaruh.Penelitian mendalam menunjukkan perlunya memperkuat implementasi undang‑undang dan meningkatkan literasi hukum perempuan Sasak agar dapat memanfaatkan seluruh mekanisme hukum yang tersedia.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi: (1) bagaimana persepsi dan pengetahuan perempuan Sasak tentang prosedur registrasi pernikahan di kantor urusan agama (KUA) memengaruhi keputusan mereka untuk mendaftarkan pernikahan secara resmi; (2) kesenjangan gender dalam akses ke pengadilan agama dan peran lembaga swadaya masyarakat dalam memfasilitasi proses litigasi pernikahan; dan (3) dampak kebijakan pemerintah terkait administrasi kependudukan terhadap kemampuan perempuan Sasak untuk menegosiasi hak waris dan kepemilikan properti setelah perceraian. Pendekatan ini akan mencakup survei kuantitatif dan studi kasus kualitatif di berbagai kecamatan Lombok guna mengidentifikasi hambatan struktural dan potensi intervensi kebijakan yang dapat meningkatkan partisipasi perempuan dalam sistem hukum formal.

  1. The Concept of Baligh Perspective of Fiqh and Positive Law | Al-Istinbath: Jurnal Hukum Islam. concept... journal.iaincurup.ac.id/index.php/alistinbath/article/view/5268The Concept of Baligh Perspective of Fiqh and Positive Law Al Istinbath Jurnal Hukum Islam concept journal iaincurup ac index php alistinbath article view 5268
  2. Jurnal Samarah: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam. wealth distribution sasak communities inheritance... jurnal.ar-raniry.ac.id/index.php/samarah/article/view/10835Jurnal Samarah Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam wealth distribution sasak communities inheritance jurnal ar raniry ac index php samarah article view 10835
  3. porkbun.com | domain for sale. porkbun domain sale offer gjat registered expired currently auction doi.org/10.7187/gjat122020-6porkbun domain for sale porkbun domain sale offer gjat registered expired currently auction doi 10 7187 gjat122020 6
Read online
File size543.14 KB
Pages26
DMCAReport

Related /

ads-block-test