STIKESEUBSTIKESEUB

Jurnal Estu Utomo Health ScienceJurnal Estu Utomo Health Science

Menjaga kebersihan merupakan faktor penentu status kesehatan, terutama untuk mencegah infeksi organ reproduksi. Saat menstruasi, remaja putri perlu menjaga kebersihan organ reproduksinya secara ekstra, terutama vagina, karena kurangnya kebersihan dapat menyebabkan pertumbuhan jamur, bakteri, dan virus yang mengganggu fungsi organ reproduksi. Bidan Desa Demakan mencatat bahwa mayoritas remaja putri yang datang ke bidan mengalami keluhan keputihan, baik fisiologis maupun patologis, sekitar 30-40%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan perilaku remaja putri dalam menjaga kebersihan organ reproduksi saat menstruasi di Desa Demakan, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo. Penelitian ini menggunakan desain survei analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah remaja putri di Desa Demakan, berjumlah 143 responden, dengan sampel sebanyak 106 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin dan teknik sampling One stage Cluster random sampling. Instrumen penelitian adalah kuesioner, dan analisis data menggunakan uji Spearman rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas remaja putri memiliki pengetahuan yang baik (50,0%) dan perilaku yang baik (76,4%) dalam menjaga kebersihan organ reproduksi saat menstruasi. Analisis statistik Spearman menunjukkan nilai p value sebesar 0,000 (≤ 0,05), yang berarti terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan dan perilaku remaja putri dalam menjaga kebersihan organ reproduksi saat menstruasi di Desa Demakan, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa mayoritas remaja putri di Desa Demakan memiliki pengetahuan yang baik tentang menjaga kebersihan organ reproduksi saat menstruasi.Sebagian besar remaja putri juga menunjukkan perilaku yang baik dalam menjaga kebersihan organ reproduksi saat menstruasi.Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan perilaku remaja putri dalam menjaga kebersihan organ reproduksi saat menstruasi.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan untuk memperdalam pemahaman mengenai kesehatan reproduksi remaja. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor lain selain pengetahuan yang memengaruhi perilaku remaja putri dalam menjaga kebersihan organ reproduksi saat menstruasi, seperti pengaruh teman sebaya, dukungan keluarga, dan akses terhadap informasi yang akurat. Kedua, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk menggali lebih dalam persepsi dan pengalaman remaja putri terkait dengan menstruasi dan praktik kebersihan yang mereka lakukan, sehingga dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang kebutuhan dan tantangan yang mereka hadapi. Ketiga, penelitian intervensi dapat dirancang untuk meningkatkan pengetahuan dan perilaku remaja putri dalam menjaga kebersihan organ reproduksi saat menstruasi, dengan melibatkan berbagai pihak seperti sekolah, keluarga, dan tenaga kesehatan, serta memanfaatkan media sosial dan platform digital lainnya untuk menjangkau audiens yang lebih luas. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam upaya meningkatkan kesehatan reproduksi remaja dan mencegah masalah-masalah kesehatan yang terkait dengan menstruasi.

Read online
File size766.89 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test