IAHN GDEPUDJAIAHN GDEPUDJA

Sophia Dharma: Jurnal Filsafat, Agama Hindu, dan MasyarakatSophia Dharma: Jurnal Filsafat, Agama Hindu, dan Masyarakat

H.A.R Tilaar menafsirkan fungsi pendidikan sebagai agen perubahan. Proses pendidikan harus berjalan secara demokratis, menghormati hak anak didik dan bersifat transformatif. Fungsi pendidikan sebagai pembawa nilai-nilai keterbukaan dan toleransi merupakan salah satu bahasan dalam filsafat pendidikan aliran progresivisme. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah hermeneutika filosofis dengan objek utama pemikiran pendidikan Tilaar. Pendekatan yang ditempuh terhadap Tilaar menggunakan model penelitian historis faktual untuk membaca pemikiran beliau menggunakan dalam perspektif progresivisme. Adapun unsur-unsur metodis yang digunakan ialah intern dan deskripsi hermeneutika, induksi-deduksi, koherensi reflektif untuk meninjau hakikat pendidikan sebagai unsur penting dalam kebudayaan, fungsi pendidikan dan relasi guru murid dalam proses pendidikan. Hasil penelitian ini dapat dijelaskan sebagai berikut: Tilaar merumuskan visi dan misi pendidikan nasional dengan mencari hakikat pendidikan itu sendiri serta memikirkan bagaimana fungsi elemen-elemen pendukung dalam proses pembelajaran seperti guru, murid, sekolah dan kurikulum dapat saling berinteraksi dengan harmonis dan pemikiran ini sangat sejalan dengan pokok-pokok utama dalam filsafat pendidikan aliran progresivisme. Akhirnya dapat disimpulkan bahwa pemikiran pendidikan Tilaar memiliki corak sangat dasar-dasar aliran progresivisme utamanya karena dasar-dasarnya mencerminkan semangat keterbukaan dan kritis.

Berdasarkan aliran filsafat pendidikan progresivisme, pemikiran H.R Tilaar terkait dengan pendidikan, sangatlah relevan dengan pendidikan di Indonesia.Tilaar memandang hakikat subjek dalam pendidikan (peserta didik) sebagai mahluk sosial yang potensinya tidak bisa disamaratakan dan memiliki keunikan masing-masing.Fungsi pendidikan berdasarkan landasan ontologis ini ialah untuk mendorong potensi manusia tersebut untuk dapat mengembangkan kehidupan bermasyarakat.Tilaar memandang pengetahuan sebagai instrumen dalam pendidikan yang menyangkut bukan hanya pengetahuan intelektual tapi juga pengetahuan emosional, estetis dan sosial kemasyarakatan.Ia juga memandang bahwa pengetahuan tidak bersifat absolut melainkan harus dikonstruksi secara kritis sesuai perkembangan jaman sehingga pandangan epistemologi dalam filsafat pendidikan Tilaar sangat bercorak epistemologi sosial.Pemikiran filsafat pendidikan Tilaar memandang nilai-nilai dalam pendidikan harus dapat disesuaikan dengan kebutuhan negara bangsa dalam menghadapi persaingan global.Nilai-nilai yang harus muncul dalam proses pendidikan harus mampu mengakomodir kolaborasi antara muatan lokal dengan perkembangan global.

Saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan adalah: . 1. Menganalisis lebih mendalam tentang bagaimana pemikiran Tilaar dapat diterapkan dalam sistem pendidikan Indonesia saat ini, khususnya dalam konteks multikulturalisme dan demokrasi pendidikan. . 2. Meneliti lebih lanjut tentang bagaimana pemikiran Tilaar dapat mempengaruhi dan membentuk karakter peserta didik, serta bagaimana hal ini dapat diwujudkan dalam praktik pendidikan sehari-hari. . 3. Mengkaji secara komprehensif tentang bagaimana pemikiran Tilaar dapat diintegrasikan dengan kebijakan pendidikan nasional, dan bagaimana hal ini dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

Read online
File size423.54 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test